SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Lagu Indonesia Raya berkumandang pada partai final kriket putri 20's Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (26/9/2016). Pada laga pemungkas ini, DKI Jakarta unggul dari Bali di overs ke-14 dengan 94 runs. Sementara Bali hanya mengemas 92 run dari 20 over dan 7 wicket. 


Pertandingan sempat terhenti di over ke-15 tepatnya saat inning untuk DKI. Namun bisa kembali dilanjutkan setelah kedua tim menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pelatih tim kriket putri DKI, Fernandes Nato menyangaku timnya menang secara mental melawan Bali, sehingga mampu meraih hasil maksimal pada laga final ini. Terlebih tim DKI adalah juara sekaligus penyabet medali emas di nomor 8's. 

"Ini emas kedua kami, sesuai target untuk tim putri. Kita Sudah memperhitungkan Bali memang lawan terkuat" ujar Fernandes seusai laga.

Disampaikan timnya memang sudah mempersiakan diri sejak tiga tahun lalu untuk mentas di hajat olahraga empat tahun sekali ini. Meraih dua emas di cabang olahraga kriket, dia mengaku sesuai target.

"Kalau enggak dapat (medali) kita malu karena kita sudah banyak dibantu oleh KONI Jakarta yang sudah memfasilitasi kami" katanya.

Di partai puncak ini, ia katakan memang menguras emosi dan stamina. Namun Pelatih yang kerap disapa Nando ini bersyukur bisa mengakhiri laga dengan hasil maksimal.

Berdasarkan pantauan Cendana News, sempat terjadi keributan kecil antar pemain DKI. Hal tersebut yang membuat laga dihentikan sementara.

"Luar biasa menguras emosi, ada sesuatu yang membuat mental naik and turun setelah ada perbincangan semua beres dan kita menang" pungkasnya.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: