MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

WAIKABUBAK --- Para petani harus lebih giat untuk terus turun ke sawah bercocok tanam kemudian  dipelihara secara terus menerus sampai dengan panen. Dengan demikian hasil panen bisa sesuai dengan apa yang diharapkan, 


Demikian ditegaskan Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf.Fifin Zudi Syaifuddin,S.Pd saat pencanangan gerakan tanam serempak padi di lahan pencetakan sawah baru di Desa Manola. Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (24/9/2016).

Dalam press release yang diterima Cendana News, Dandim Fifin mengatakan, salah satu program pemerintah dari Kementerian Pertanian yang terus hangat dibicarakan setiap saat dan harus digerakan yaitu mewujudkan kedaulatan pangan.

“Swasembada pangan merupakan target utama dalam program pemerintah di era sekarang ini, Untuk mewujudkannya, tentunya peran petani sangat penting dalam menggerakan sektor pertanian khususnya padi jagung dan kedelai” ujarnya. 

Ditambahkan Fifin, pihaknya dari TNI AD khususnya diberikan tugas untuk mengawal dan mendampingi dari upaya khusus Pajale (Padi, Jagung, kedelai) sehingga dengan tiga komoditi ini negara ini tidak tergantung dengan negara lain.


Secara strategis lanjutnya, sekarang ini salah satu ancaman suatu negara dari segi pangan adalah kekurangan bahan pangan terutama pada kebutuhan pokok. Dengan ketergantungan bahan pangan dari negara lain dapat menimbulkan permasalahan, konflik dan sebagainya.

“Dengan pengawalan dan pendampingan dari TNI AD baik itu masalah benih, pupuk dan alsintan, apabila ada yang menghambat swasembada pangan ini kami siap untuk mengawal. Saya harapkan kita semua menyadari hal itu dan kita tetap bersinergi dan berkerjasama” ucapnya mengingatkan.

Acara gerakan tanam serentak padi pada pencetakan sawah baru dihadiri Bupati Sumba Barat Drs Agustinus Niga Dapawole, Kapolres Sumba Barat, Kabag Penanggungjawab Upsus Wil. Prov. NTT dan pimpinan SKPD se Kabupaten Sumba Barat.

Turut hadir, wakil ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kepala Bulog Sumba Barat, ketua dan anggota kelompok tani serta masyarakat berjumlah 300. Acara yang berakhir sekitar pukul 10.30 WITA tersebut berjalan lancar dan sukses.
(Ebed de Rosary) 
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: