MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Anggota Komisi X DPR RI menyatakan bahwa Pilgub DKI Jakarta 2017 mestinya menjadi momentum untuk mengukuhkan Ibukota negara sebagai kota kreatif dan laboratorium budaya nusantara.


"Jakarta merupakan gerbang Indonesia, maka sudah selayaknya DKI menjadi pusat kota kreatif, serta menjadi laboratorium budaya nusantara" sebut Anang dalam rilis yang diterima Cendana News di Jakarta, Minggu, (25/9/2016).

Menurut Anang, demokrasi lima tahunan di Ibukota harus menjadi momentum penegasan bahwa Kota Jakarta dapat menampilkan sebagai kota yang ramah terhadap kreatifitas anak muda yang berasal dari belahan nusantara.

"Memang ini era globalisasi, tapi jati diri nusantara tak boleh hilang" pungkasnya

Namun, hingga kini, kata anang, Jakarta masih belum memenuhi sebagai kota yang ramah terhadap kreatifitas anak muda dan menjadi pusat budaya nusantara.

"Dulu saat Pak Jokowi awal memimpin Jakarta ada langkah awal yang baik dengan mendukung persemaian budaya nusantara di Jakarta. Sayangnya, upaya itu terhenti dibawah kepemimpinan Pak Ahok" ungkapnya

Terkait dengan tiga pasang cagub-cawagub Pilgub DKI Jakarta 2017 yang resmi mendaftar di KPU, Anang mencermati pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni yang dinilai mampu menjawab kebutuhan Kota Jakarta yang peduli terhadap kreatifitas anak muda serta peduli terhadap budaya nusantara.

"Agus usianya belum genap 40 tahun, ini merepresentasikan karakter anak muda yang selalu inovatif, kreatif dan gandrung dengan perubahan. Dipadu dengan Bu Sylviana yang asli Betawi dan berpengalaman di birokrasi diharapkan dapat menopang penguatan identitas budaya nusantara khususnya Betawi" harapnya

Ketika disinggung, soal figur Anies Baswedan, Anang menyampaikan bahwa posisinya di Komisi X DPR RI pernah menjadi mitra kerja dengan Anies Baswedan saat menjabat sebagai Mendikbud.

"Tunggakan kerja Anies Baswedan khususnya kebudayaan masih tersisa hingga saat ini. Seperti rekomendasi Panja Perfilman DPR yang belum terealisasi hingga yang bersangkutan dicopot dari kabinet" tutupnya
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: