KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Polemik soal status kewarganegaraan Arcandra Tahar memasuki babak baru dengan penetapan dirinya sebagai Warga Negara Indonesia. Bahkan Arcandra digadang-gadangkan akan kembali lagi menjabat sebagai Menteri ESDM, setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).


Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta pemerintah agar memberi penjelasan ke masyarakat terkait mengukuhkan kembali status WNI Arcandra Tahar.

"Saya kira meneguhkan kembali statusnya tidak segampang itu, sebab ada masalah hukum di situ, sehingga menjadi presiden buruk," kata Fahri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Untuk itu, Fahri menyarankan pemerintah harus bersikap terbuka untuk menjelaskan kepada rakyat apa alasan sehingga bisa kembali menjadikan Arcandra sebagai menteri ESDM.

"Kalau kita bicara UU, Jokowi mesti menaati Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Salah satu pasal menyebut jika orang Indonesia ingin mendapatkan status WNI ada proses-proses yang harus dijalankan," paparnya

Untuk diketahui, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengeluarkan Surat Keputusan (SK) menetapkan mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai WNI Pada 1 September 2016. Penetapan ini didasarkan pada asas perlindungan maksimum.

Keputusan Menkum HAM tersebut juga merujuk pada pemeriksaan dan tindak lanjut atas dwikewarganegaraannya.
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: