SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan menyampaikan bahwa mengenai membaiknya asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN 2016) telah disesuaikan dengan perkiraan kondisi ekonomi makro.


"Penyesuaian ini demi penghematan," ujar Taufik di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Dijelaskan, perihal pemotongan anggaran asumsi makro dalam APBN-P yang sudah disetujui DPR, merupakan domain pemerintah dalam kaitannya untuk efektivitas dan efisiensi.

Lebih jauh, ia menjelaskan, penghematan uang Negara bisa efesiensi tergantung dari tataran pelaksanaan teknis, serta pelaksanaan adjustment.

"Jadi dalam hal ini, DPR menyerahkan pemerintah melakukan adjustment dan efisiensi anggaran," imbuhnya

Untuk diketahui, data pemotongan anggaran lembaga berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2016 tertanggal 26 Agustus 2016.

Terdapat 87 lembaga negara, empat di antaranya anggarannya tidak dipotong. Keempat lembaga itu adalah MPR, DPR, DPD, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Berikut data anggaran keempat lembaga itu:

1. MPR Rp 768.254.903.000
2. DPR Rp 4.722.693.041.000
3. DPD Rp 801.155.436.000
4. Kementerian PPPA Rp 707.635.020.000.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: