JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Perayaan Grebeg Suro di Ponorogo diwarnai aksi protes sejumlah perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten. Hal tersebut buntut dari tidak diperbolehkan berdagang di sekitar alun-alun dan dipasangi pagar besi.


Koordinator aksi, Sunardi menjelaskan, aksi ini mewakili keluh kesah para PKL yang dilarang berjualan disekitar alun-alun. Padahal saat perayaan Grebeg Suro inilah kesempatan mendapatkan rejeki.

"Seperti yang sudah-sudah, biasanya para PKL diperbolehkan kenapa tahun ini berbeda," jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Jumat (30/9/2016).

Menurutnya, perayaan Grebeg Suro ini merupakan pesta rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun hanya tahun ini saja perubahan drastis dirasakan oleh para pedagang.

"Jangan sampai Grebeg Suro ini dikomersialkan, yang ada perhitungan untung ruginya," ujarnya.

Ia menambahkan jika tidak ada PKL yang diperbolehkan jualan dan mencari nafkah dari adanya acara ini, Pemkab melalui Bupati berarti berbohong. "PKL kan cari nafkah kalau tidak boleh berarti Pemkab dan Bupati bohong," cakapnya.

Dirinya pun menegaskan kepada Pemkab untuk segera mencabut pagar besi yang sengaja dipasang saat perayaan Grebeg Suro. 

"Kami kasih batas waktu hingga nanti sore kalau tidak kami sendiri yang akan cabut," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: