MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- PT PLN (Persero) wilayah Kalimantan Barat menyebut, seringnya mati listrik di daerah ini diakibatkan layang-layang. Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Kalimantan Barat, M Doing menyebut, Tim pemeliharaan jaringan PLN area Pontianak dan Rayon Kota melaksanakan kegiatan pembersihan jaringan listrik dari sampah kerangka dan kawat layangan. 

layang-layang yang diamankan petugas di lapangan. (foto milik PLN Kalbar)
Itu dilakukan guna pelayanan listrik ke konsumen terjaga dengan baik. "Ini untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan listrik yang menyebabkan padam akibat layang-layang," kata M Doing, Minggu, 25 September 2016.

Dijelaskan, pembersihan jaringan dilakukan di daerah Jalan Ali Anyang dan Parit Demang Kota Pontianak yang terdeteksi banyak kawat layangan yang menempel pada jaringan.


"Kita berharap masyarakat semakin paham akan bahaya bermain layang-layang bagi keselamatan warga serta menimbulkan banyak kerugian akibat terganggunya pasokan listrik ke masyarakat," ujar M Doing menyarankan dan mengingatkan bahayanya main layang-layang menggunakan kawat.

Disebutkan, upaya edukasi atau pemahaman melalui kegiatan sosialisasi di berbagai kalangan dan pencegahan preventif telah banyak dilakukan oleh PLN guna mengurangi terjadinya gangguan listrik akibat layang-layang. 


"Namun upaya tersebut akan sia-sia jika kesadaran masyarakat untuk tidak bermain layang-layang masih rendah," ucap M Doing.

Dirinya berharap, masyarakat perduli dengan keadaan yang ada di lingkungan masing-masing. Caranya adalah, tidak main layang-layang dengan memakai kawat berduri.

"Mari kita peduli akan keberadaan listrik sebab listrik bukan hanya untuk kita saja namun untuk kehidupan anak cucu kita, untuk kehidupan yang lebih baik," ucap M Doing berharap.
  
Pada kegiatan ini sejumlah personel Satpol PP Kota Pontianak dibantu anggota TNI melakukan razia dan pembersihan pada tiang dan kabel PLN. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: