KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

ACEH --- Kepolisian Resort (Polres) Lhokseumawe, Aceh, berhasil mengamankan 17,4 ton minyak mentah ilegal pada Jumat (18/8/2016) lalu. Minyak mentah tersebut diangkut menggunkan dua unit diduga dari hasil pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Bireuen.


Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kanit Tipiter Ipda Boestani, mengatakan, dua truk tersebut diamankan di Desa Cunda, Kecamatan Muara Dua. Selain mengamankan drum-drum berisi minyak polisi juga turut mengamankan dua orang.

“Awalnya kita dapati ada dua unit truk yang mengangkut minyak di Desa Cunda, kemudian petugas kita yang berada di lapangan melakukan pemeriksaan dokumen, ternyata tidak ada kelengkapan dokumen,” ujar Boestani, kepada Cendana News, Kamis (1/9/2016).

Karena tidak bisa menunjukkan dokumen, ia melanjutkan, kedua truk tersebut kemudian dibawa ke markas Polres Lhokseumawe. Saat ini katanya, pihak kepolisian masih menyelediki kasus minyak kentah tersebut.

Ia menambahkan, didalam dua truk tersebut, pihaknya telah mendata dan menemukan sebanyak 88 drum minyak mentah ilegal. Menurut Boestani, dalam setiap satu drum, berisi sekitar 200 liter minyak mentah ilegal.

Sementara itu, kata Boestani, berdasarkan keterangan dari dua orang yang turut diamankan bersama 17,4 ton minyak ilegal tersebut, mengaku minyak itu akan dibawa ke luar Aceh. Minyak tersebut katanya diambil di salah satu desa di Kabupaten Bireue, Aceh.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya mengaku minyak tersebut diambil dari Matang Geulumpang Dua, Kabupaten Bireuen, rencananya akan dibawa ke wilayah Tanjung Pura, Sumatera Utara,” pungkas Boestani.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: