KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Polsek Penengahan Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 10,5 kilogram yang dikirimkan dari wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ke wilayah Jakarta yang hendak membawa narkotika tersebut melalui jalur darat dan selanjutnya akan diseberangkan melalui pelabuhan Bakauheni. Menurut Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub, barang bukti sebanyak 10,5 tersebut merupakan jumlah barang bukti saat tersangka diamankan pertama kali di Bakauheni dan pengembangan saat di Jakarta.


Berdasarkan kronologis,ungkap AKP Mulyadi Yakub tersangka bernama Hijra Saputra (33) saat turun dari bus penumpang PO PMTOH bus asal Aceh tujuan Jakarta. Tersangka diamankan saat ada di cafe Kedas Bakauheni dengan membawa sebanyak 9 paket ganja yang dimasukkan dalam sebuah koper besar. Saat tersebut anggota Polsek Penengahan tengah melakukan razia rutin dan mencurigai bawaan koper asal Aceh tersebut.

“Saat dilakukan penggeledahan ternyata di dalam koper warna hitam yang di dalamnya terdapat sebanyak 9 paket narkotika jenis ganja dalam masing masing sebesar 1 kilogram dibungkus lakban warna coklat”terang Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub saat dikonfirmasi media Cendana News,Kamis (1/9/2016)

Tersangka yang diamanakan berinisial HS tersebut selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Jakarta dengan dibantu tersangka lain bernama Hendra Wijaya yang berniat mengantar menggunakan kendaraan roda dua. Namun polisi berhasil mengamankan tersangka sebelum menyeberang ke Jakarta dan selanjutnya polisi berhasil mengamankan tersangka lain di Jakarta. Dalam pengembangan selanjutnya polisi juga berhasil mengamankan tersangka lain bernama Dedi Suhandi yang juga ditemukan narkotika jenis ganja sebanyak 1,5 kilogram di wilayah Jakarta Selatan.

“Barang tersebut sudah dibeli oleh tersangka saat pengembangan dan hanya diamankan sebesar 1,5 kilogram karena sebagian sudah berhasil dijual tersangka di wilayah Jakarta” ungkap Mulyadi Yakub.

Pengembangan tersebut selain barang bukti narkotika jenis ganja tersebut berupa barang bukti 1,5 kilogram narkotika jenis ganja yang dikemas dalam kertas nasi bungkus siap edar polisi juga berhasil mengamankan tersangka Dedi Suhandi dengan beberapa barang bukti slip transaksi bank BRI. Dalam bukti setoran tunai tersebut total sebanyak Rp5juta yang merupakan rekapan hasil penjualan. Selain itu polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa timbangan manual serta barang bukti lain diantaranya telepon genggam dan beberapa tas untuk membawa narkotika tersebut.

Dalam kurun waktu yang sama satuan reserse narkoba Polres Lampung Selatan juga berhasil mengamankan pengguna narkotika golongan I jenis  shabu. Menurut Kasatnarkoba Polres Lampung Selatan AKP Syahrial, tersangka bernama Ferdiansyah (33) warga Jalan Ikan Mujair No. 43 Kelurahan Talang Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung diamankan dengan barang bukti narkotika golongan I jenis shabu shabu.

Ia mengaku narkotika jenis sabu-sabu yang diamankan tersebut diantaranya sebanyak 5 paket kecil kurang lebih 1 gram yang pada saat penggrebekan ditemukan disembunyikan dalam lipatan celana kaki sebelah kiri.


Ia mengungkapkan tersangka tersebut diamankan di pantai Queen Arta Kecamatan Padang Cermin Kabupaten  Pesawaran diduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu tersebut ditangkap di kawasan wisata pantai tersebut.

“Kita amankan tersangka di lokasi wisata queen artha yang merupakan kawasan wisata dengan barang bukti narkoba yang disembunyikan dalam lipatan celana,” ungkap Syahrial.

Selain tersangka penyalahgunaan narkotika yang diamankan di tempat wisata queen arta,dalam upaya penggrebekan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika Sat Narkoba Polres Lampung Selatan juga mengamankan  satu tersangka lain yang diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis shabu di Jalan Ir. Sutami tepatnya di depan pom bensin Lematang Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan bernama Suweli alias Eli bin Syukur (35) yang berprofesi sebagai buruh. Bersama tersangka diamankan barang bukti 0.3 gram narkoba jenis sabu.

Akibat perbuatannya para tersangka terancam terkena Pasal 112 Ayat (2), Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara dan hukuman seumur hidup.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: