KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Terkendala usia, kontingen DKI Jakarta tidak bisa mengikuti cabang olahraga renang indah di nomor solo technical routine putri yang digelar di Kolam Renang FPOK UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis (22/9/2016).


PB PON sendiri beralasan, hal ini sesuai dengan technical handbook yang manyebutkan batasan maksimal atlet 26 tahun, sedangkan DKI Jakarta mengirimkan atletnya yang telah berusia 28 tahun. Akibatnya, pertandingan ini sempat molor selama kurang lebih tiga jam.

Awalnya, pertandingan akan dimulai pada pukul 08.45 WIB, namun sekitar pukul 11.10 WIB cabor tersebut baru mulai dipertandingkan usai panitia pelaksana menerima keputusan dari ketua bidang pertandingan PB PON.

"Pertandingan tanpa dari DKI Jakarta sesuai dengan keputusan dari bidang pertandingan," ujar Panpel cabor renang indah, Ami Narsono kepada awak media.

Tidak hanya itu, DKI Jakarta pun tidak bisa mengikuti perlombaan cabor renang indah di dua nomor lainnya yakni duet technical routine putri dan team free routine putri. Dengan demikian, perlombaan cabor renang indah hanya diikuti lima kontingen yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumsel, dan Kalimantan Timur.

Manajer tim renang indah DKI Jakarta Rudy Salahuddin Ramto mengaku sangat kecewa atas keputusan tersebut. Ia menilai, panpel tidak fair dalam melakukan keputusan dan telah mengabaikan keputusan PB PRSI yang telah menetapkan tidak ada batasan usia pada cabor tersebut.

"Kita tidak bisa terima keputusan ini, karena kita sudah persiapkan jauh-jauh hari dan kita tetap mengacu pada aturan dari PB PRSI batasan usia," kata Rudy ditempat yang sama.

Sementara itu, perlombaan cabor renang solo technical routine putri saat ini tengah berlangsung tanpa diikuti kontingen DKI Jakarta.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: