RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Tim basket putra Jawa Barat kantongi medali emas di PON XIX/2016. Manuputy Cassiopeia DKK unggul 62-49 dari tim Jawa Timur pada partai final di GOR C-tra Arena, Kota Bandung, Rabu (28/9/2016).


Kuarter pertama cukup seru, tuan rumah hanya unggul tipis 18-17. Begitu pula pada kuarter selanjutnya dimana papan skor mencatat 35-31. Pada kuarter ke tiga Jabar semakin mendominasi dengan skor 54-43. Hingga di akhir pertandingan Jatim tak kuasa membendung penampilan anak-anak asuh Ricki Gunawan.

"Saya senang, karena anak-anak bermain lepas tanpa beban. Yang paling penting main kolektif. Kuncinya kerjasama tim," ujar Ricki seusai laga.

Ia mengapresiasi semangat timnya pada partai pemungkas ini. Terlebih tembakan tiga angka yang dilancarkan oleh para pemainnya pun berbuah hasil.

"Ini pertandingan memang kompetitif, anak-anak main ngotot, mereka bisa tampil menekan dengan tembakan tiga poin," ucapnya.

Dikubu lawan, Pelatih tim basket putra Jatim Wellyanto Pribadi mengakui keunggulan tuan rumah karena banyak angka yang dihasilkan lewat proses tiga poin. Terlebih kondisi fisik anak-anak asuhnya pun sudah terkuras habis setelah melakoni partai semifinal.

"Lawan bagus, tiga poin mereka bagus. Sementara stamina kita anjlok," ujar Welly. 

Diketahui, penonton pada partai final basket putra ini sangat membludak. Bahkan beberapa harus rela hanya menyaksikan pertandingan via layar televisi yang disediakan panitia di luar venue. Termasuk pula beberapa awak media yang hendak meliput pun terpaksa berada di luar venue, lantaran tak diperkenankan masuk. 

Salah satu penonton, Raffa Maurizqia merasa kecewa tak bisa menyaksikan laga pemungkas ini secara langsung.

"Padahal sudah empat jam saya datang lebih dulu tetap saja tidak kebagian nonton," ucapnya.

Selain itu, beberapa penonton juga mengeluhkan harga parkir kendaraan yang kelewatan mahal. Bagaimana tidak, beberapa penonton ada yang membayar parkir hingga Rp 10.000.

"Saya pakai motor ke sini, parkir tadi bayar di muka 10 ribu," ungkap Yandi (22), salah seorang penonton asal Jalan Laswi, Kota Bandung. 
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: