SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Asa tim softball putri Jawa Barat untuk meraih medali emas akhirnya terkubur usai dikalahkan tim Papua Barat pada laga semifinal di Lapangan Softball FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi Kota Bandung dengan skor 1-8.


Kekalahan ini diakui Pelatih softball putri Jabar, Imet Rahmat sudah diprediksi sejak awal. Itu lantaran timnya tak memiliki pitcher yang handal.

"Kita tidak punya pitcher. Karena kalau main softball itu 80 persen kemenangan ditentukan pitcher. Sedangkan pitcher mereka itu pemain nasional. Jadi mau apa lagi," ungkap Imet seusai pertandingan.

Dikatakan, tim lawan pun sudah melihat kelemahan ini sejak awal. Kondisi ini nyatanya mampu dimanfaatkan oleh para pemain Papua Barat untuk mendulang poin demi poin.

"Kalau kita punya pitcher yang baik, mungkin permainan kita bisa seimbang," tuturnya.

Namun demikian, Imet enggan larut dalam kekecewaan. Ia menilai timnya sudah tampil sangat maksimal. Ini terbukti dengan masuknya tim softbal putri Jabat ke babak semifinal.

"Cukup sulit juga untuk mencari pitcher terutama di Jabar. Membuat bahan (pitcher) juga sepertinya tidak ada. Karena memang tidak mudah. Saya pernah bawa juara DKI Jakarta di PON 2004 Palembang, setelah itu habis," katanya.

Di babak penyisihan sendiri, tim softball putri Jabar hanya mampu meraih empat kali kemenangan dari enam pertandingan yang dijalani. Dua sisanya mengalami kekalahan.

Empat kemenangan didapatkan saat menghadapi Banten (14-1), Kalimantan Timur (13-0), Kalimantan Timur (13-0) dan Papua Barat (3-1). Sedangkan dua kekalahan dialami saat melawan DKI Jakarta (1-10) dan Papua (8-9).
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: