RABU, 14 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG-Pemuda Pencinta Alam (Pancala) Lampung Selatan melakukan penanaman pohon berbagai jenis di lahan percontohan (demplot area) lereng Gunung Rajabasa yang masuk kawasan hutan register 3. 


Menurut ketua Pancala Lampung Selatan, Ibnu Kholdun, langkah penanaman beberapa jenis pohon merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian organisasi yang bergerak di bidang pecinta alam terkait kerusakan hutan Gunung Rajabasa.

Ibnu Huldun mengungkapkan, kegiatan di lahan percontohan tersebut diantaranya dengan melakukan penanaman berbagai jenis tanaman kayu produktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat diantaranya tanaman jengkol, damar, pinang, pala, pete, nangka serta berbagai jenis tanaman lain. Selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan jenis tanaman MPTS (Multy Purpose Trees Species) tersebut juga bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa mengganggu fungsi hutan sebagai penyangga air.

“Selama ini hutan Gunung Rajabasa merupakan sumber pasokan air bagi masyarakat namun kondisinya sudah memprihatinkan sehingga kita lakukan pendekatan kemasyarakatan dengan pola kearifan lokal petani yang ada di wilayah sekitar hutan,”terang Ibnu Kholdun kepada Cendana News, Rabu (14/9/2016).

Lahan percontohan untuk penanaman berbagai jenis bibit tanaman produksi tersebut menurut Ibnu Kholdun dilakukan di Desa Kecapi Babulang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. Sebagai tahap awal penanaman dilakukan pada lahan seluas 1,5 hektar namun ke depan upaya penanaman akan dilakukan di sejumlah titik lahan yang sudah kritis dan memerlukan reboisasi.


Kegiatan awal pada lahan seluas 1,5 hektar tersebut selain dilakukan oleh relawan Pancala juga berkoordinasi dengan masyrakat penggarap di sekitar hutan Gunung Rajabasa dengan sosialisasi untuk menjaga hutan dengan tetap menanam tanaman kayu kayuan serta tanaman serbaguna. Meski pada tahap awal lahan percontohan yang ditanami berbagai jenis tanaman kayu seluas 1,5 hektar namun Ibnu Kholdun memiliki harapan dalam beberapa waktu ke depan target 100 hektar akan ditanami dengan tetap melakukan pola sosialiasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan Gunung Rajabasa.

“Kami juga prihatin sumber air bagi kota Kalianda semakin menipis sehingga kami ingin mengubah pemikiran untuk pola pengelolaan hutan berkelanjutan salah satunya dengan melakukan penanaman pohon kayu dan tanaman produktif,”ungkap Ibnu Kholdun.

Pada tahap awal proses penanaman berbagai jenis kayu tersebut Pancala Lampung Selatan juga menggandeng berbagai pihak yang peduli dengan kondisi alam Gunung Rajabasa diantaranya instansi Dinas Kehutanan Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu turut terlibat diantaranya petugas Kesatuan Penjaga Hutan Lindung (KPHL) Gunung Rajabasa, perkumpulan pecinta olahraga motor, anggota Karang Taruna, Siswa sekolah dan mahasiwa dari beberapa perguruan tinggi di Lampung Selatan bahkan melibatkan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dengan total peserta mencapai ratusan.

Sebelumnya Pancala melakukan pendataan di sekitar Gunung Rajabasa di empat wilayah Kecamatan yakni Penengahan, Rajabasa, Kalianda dan Bakauheni yang kehidupannya hingga kini masih bergantung pada alam Gunung Rajabasa terutama pemanfaatan mata air. Pancala mencatat telah terjadi kerusakan hutan yang berada  di beberapa wilayah hutan Rajabasa. Bahkan, dari luas kurang lebih 25 ribu hektare, sekitar seribu hektar areal hutan Gunung Rajabasa rusak karena kegiatan perambahan hutan.

Selain itu alih fungsi hutan menjadi ladang untuk melakukan kegiatan bercocok tanam juga menjadi fenomena yang jelas dan nampak. Fenomena tersebut telah terjadi di wilayah Register 3 Hutan Lindung Gunung Rajabasa tepatnya diwilayah empat kecamatan yakni Bakuheni, Penengahan, Kalianda dan Rajabasa.

Kerusakan ini menjadi ancaman bagi masyarakat Lampung Selatan utamanya mereka yang menggantungkan nasib dan penghidupannya di Gunung Rajabasa. Ketua Pancala Lampung Selatan, Ibnu Kholdun menyatakan, dengan adanya fenomena tersebut sudah barang tentu kehidupan warga yang ada di empat kecamatan tersebut akan sangat terancam. Bahkan, dampaknya juga berimbas terhadap kurangnya pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Kalianda yang mengandalkan air bersih dari perusahaan Air Minum daerah (PDAM) Tirtajasa Kalianda.

Upaya Pancala dalam menyelamatkan Gunung Rajabasa tersebut juga mendapat respon positif dari salah satu petugas di pusat persemaian permanen di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang, Komarudin. Ia mengaku langkah Pancala tersebut akan didukung dengan penyediaan bibit berbagai jenis tanaman.

“Kami dukung upaya penghijauan dan terutama tanaman tanaman lokal yang ada di Lampung Selatan diantaranya tanaman yang bisa dimanfaatkan petani lokal,”ungkap Komar.


Pusat persemaian permanen bahkan akan menyiapkan bibit bagi organisasi yang peduli pada pelestarian alam tersebut dengan prosedur permintaan dan peruntukan bibit seperti yang dipersyaratkan. Sebab upaya penanaman pohon di kawasan hutan register merupakan kegiatan positif yang perlu didukung oleh semua masyarakat yang ada di sekitar Gunung Rajabasa. Beberapa tanaman yang diusulkan ditanam di kawasan hutan dan bisa dimanfaatkan masyarakat diantaranya tanaman Gayam, Kecapi, Babulang, Damar Mata Kucing, Raman, Loba Lobi serta berbagai tanaman lokal yang merupakan tanaman endemik hutan Rajabasa dan kini mulai langka.
[Henk Widi]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: