RABU, 21 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Topeng ganongan dengan ciri khas berwarna merah menyala ini menjadi salah satu khasanah budaya di Ponorogo. Pengrajin topeng ini pun semakin hari semakin sedikit, namun ada satu orang yang tetap semangat membuat topeng ganongan selama 14 tahun terakhir.


Priyono (40 tahun) warga Desa Sumoroto, Ponorogo dibantu dengan keponakannya dalam sehari mampu menghasilkan 4 topeng. Di Ponorogo sendiri memiliki topeng ganongan sebagai pakem.

"Bahan utama pembuatan topeng dari kayu dadap sedangkan untuk rambutnya menggunakan ekor kuda," jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Rabu (21/9/2016).

Harga masing-masing topeng bervariasi mulai dari Rp 400 ribu - Rp 1 juta tergantung keinginan pemesan. Dalam waktu dua minggu saja omzet yang diterima Priyono mencapai 10 topeng.

"Pemasaran biasanya dijual ke pedagang cinderamata dan online, kadang ada pemesan," ujarnya.

Dirinya mengaku bisa mengirim topeng hasil karyanya ke seluruh Indonesia. Dan pemesan paling jauh yang ia terima berasal dari Kalimantan Barat.

Priyono tidak mengira peluang usahanya berasal dari topeng ganongan. "Awalnya saya pecinta bonsai, tapi karena peminatnya turun saya beralih ke topeng ganongan ini," imbuhnya.

Dirinya belajar dari seorang kawan dan berlatih dengan bermodalkan alat yang ia punya akhirnya Priyono mampu membuat topeng ganongan dengan kualitas bagus hingga saat ini.

"Biasanya pemesan banyak saat lebaran dan grebeg suro," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: