SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Persidangan lanjutan terkait dengan kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso yang kesekian kalinya akan kembali dilaksanakan di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin pagi (26/9/2016).

Kisworo S.H (tengah) Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan
Menurut rencana semula, jalannya persidangan lanjutan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso tersebut akan digelar pada sekitar pukul 09:00 WIB, namun karena hrus menunggu kedatangan Ketua dan Anggota Majelis Hakim yang akan memimpin jalannya persidangan, maka persidangan baru dapat dimulai pada sekitar pukul 10:30 WIB.

Pantuan Cendana News langsung dari ruangan persidangan, tampak terlihat terdakwa Jessica Kumala Wongso memasuki ruangan persidangan dengan mengenakan menjadi panjang warna putih dan celana panjang berwarna hitam. Saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim, Jessica Kumala Wongso mengaku sehat dan siap mengikuti agenda persidangan di PN Jakarta Pusat.

Prof. Dr. Mudzakir, saksi ahli Hukum Pidana dalam persidangan Kopi Sianida
Dalam pelaksanaan persidangan lanjutan "Kopi Sianida" yang telah memasuki episode yang ke 25 tersebut kembali menghadirkan seorang ahli Hukum Pidana yaitu Prof. Dr. Mudzakir, yang belakangan diketahui sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), saat ini dirinya  bekerja sebagai seorang dosen di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Sebelum pelaksanaan persidangan dimulai, Ketua Majelis Hakim yang memimpin persidangan yaitu Kisworo S.H. mengatakan "sebelum saudara bersaksi di dalam persidangan, apakah saudara saksi bersedia untuk diambil sumpahnya sesuai dengan agama dan keyakinan saudara ?" katanya di dalam ruangan persidangan, Senin (27/9/2016).

Jessica Kumala Wongso (kemeja putih) hadir dalam ruangan persidangan
"Yang Mulia Ketua Majelis Hakim, saya bersedia disumpah sesuai dengan agama dan keyakinan saya yaitu secara Islam sebelum saya bersaksi dan memberikan keterangan dalam persidangan di PN Jakarta Pusat" demikian dikatakan Mudzakir di dalam ruang sidang PN Jakarta.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: