JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Puluhan anak-anak yang tergabung dalam empat komunitas di DI Yogyakarta, menggelar aksi kampanye bersama menolak eksploitasi seksual anak dan kejahatan online, di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Jumat (2/9/2016).


Aksi yang dilakukan dengan menggalang tanda tangan sebagai bentuk dukungan menolak prostitusi anak dalam jaringan (online) melibatkan puluhan perwakilan anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak DIY, Forum Anak Kota Jogjakarta, Forum Anak Bantul, dan Forum Anak Sleman. Aksi damai anak-anak usia belasan tahun tersebut, merupakan gerakan bersama yang diiniasi oleh tiga lembaga swadaya masyarakat, yaitu Yayasan SETARA, Yayasan KAKAK dan Yayasan SAMIN, yang didukung pula oleh Terre des Hommes Nedherland (TdhNL).

Koordinator aksi, Sri Sulandari mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai upaya memberikan pemahaman kritis agar orangtua dan anak semakin bertanggung-jawab dalam memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi, karena melalui berbagai media sosial anak-anak seringkali tanpa sadar terjerumus ke dunia prostitusi online.

Disebutkan juga, dalam aksi tersebut pihaknya juga mendorong Pemerintah untuk segera merumuskan regulasi yang bisa melindungi anak dari terjadinya prostitusi online. Negara, wajib mengatur penggunaan IT, khususnya terkait dengan mudahnya anak-anak mengakses internet dan terpapar pornografi.


Menurut Sulandari, berdasar data terbaru yang dilansir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada sebanyak 1.300 anak menjadi korban kejahatan online. Terlebih saat ini, ketika hampir semua anak-anak telah bersentuhan dengan media sosial melalui gadget, resiko anak menjadi korban prostitusi semakin besar.

"Apalagi, Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata dan dengan perkembangan semakin banyaknya hotel, perlu ada antisipasi dengan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengkampanyekan, bahwa anak-anak juga rentan menjadi korban prostitusi anak,"pungkasnya.
[Koko Triarko] 
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: