JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Puluhan ribu masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga saat ini rupanya masih belum terbebas dari buta aksara. Pasalnya program Keaksaraan Fungsional (KF) masyarakat melek baca tulis dalam setiap tahun dibatasi sesuai dengan anggaran yang ada, sehingga angka buta aksara yang ada di daerah ini masih tinggi.

Suasana kegiatan belajar penyandang buta aksara
Keberadaan penyandang angka buta aksara di ujung timur Pulau Madura ini tergolong sangat memprihatinkan, dari jumlah penduduk sekitar 1.300.000 lebih terdapat 134.540 jiwa yang berpredikat penyandang buta aksara. Hal itu berdasarkan rilis data badan pusat statistik tahun 2010 bahwa daerah ini menempati posisi tertinggi buta aksara nomor tiga secara nasional dan nomor dua se Jawa Timur. Tetapi selama lima tahun Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengklaim sudah mengentas penyandang buta aksara mencapai 50 persen lebih.

“Saat ini semsetinya melakukan updating data untuk melakukan rilis dan mengumumkan kabupaten mana yang sudah melakukan pengentasan buta aksara secara cepat atau yang belum cepat, jadi dari rilis itu diketahui siapa yang paling peringkat bawah. Karena pada tahun 2010 Sumenep ini ada di rangking kedua di Jawa Timur dan rangking tiga di Indonesia dari bawah,” kata Moh. Munir, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jumat (9/9/2016).


Disebutkan, bahwa dalam lima tahun terakhir, pengentasan buta aksara yang digagas melalui program Keaksaraan Fungsional (KF) dinilai sudah berjalan efektif dan mampu menurunkan angka buta aksara hingga mencapai 50 persen lebih. Sehingga dari sebanyak penyandang buta aksara yang mencapai 134.540 jiwa, kini hanya tinggal sekitar lebih 54.000 jiwa.

“Pada tahun 2016 saja kami sudah melakukan pengentasan buta aksara di tujuh kecamatan di daerah ini. Makanya kami setiap tahun akan terus berupaya semaksimal mungkin mengurangi penyadang buta aksara, supaya kedepan daerah ini terbebas dari buta aksara,” jelasnya.


Sementara untuk tahun ini, pihaknya mampu melakukan pengentasan angka buta aksara sebanyak 7000 dengan anggaran 1,8 Milyar yang digelontorkan dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) dan juga Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sedangkan tujuh kecamatan yang melaksanakan program Keaksaraan Fungsional (KF) diantaranya, Kecamatan Kota Sumenep, Batuan, Saronggi, Bluto, Ganding, Manding dan Kalianget. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: