JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Sebanyak 50 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T). Akibatnya setiap guru di sekolah tersebut tidak memiliki tanggungan wajib mengajar 20 orang siswa, karena jumlah siswa di sekolah itu tidak harus memenuhi kuota jumlah maksimal perkelas, sehingga kelayakannya tidak sesuai dengan peraturan pemerintah No.74 tahun 2008.

Suasana sekolah dasar yang memiliki murid sedikit
Kategori Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T) inilah membuat Dinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat tidak bisa segera melakaukan regrouping beberapa sekolah dasar yang jumlah siswa serta jumlah gurunya tidak berimbang. Namun sekolah tersebut masuk dalam kategori Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T) yang dikecualikan kelayakannya dari peraturan pemerintah No.74 tahun 2008.

“Kalau kebijakan regrouping itu harus melalui beberapa kajian yang perlu melibatkan berbagai pihak, seperti kejelasan aset tanah dan inventaris sekolah serta keberlanjutan pendidikan siswa yang akan di regrouping tersebut. Jadi meskipun di beberapa daerah yang masuk kategori 3T tidak bisa di regrouping, apalagi jarak dengan sekolah lain tidak bisa dijangkau walupun itu sudah layak di regrouping,” kata Fajarisman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik)Kabupaten Sumenep, Jumat (9/9/2016).

Disebutkan, banyaknya pulau yang ada di daerah ujung timur Pulau Madura ini yang mencapai 120 pulau menjadi salah satu faktor puluhan sekolah dasar di kepulauan tersebut tidak layak. Bahkan sebagian juga ada sekolah di daratan yang juga masuk kategori 3T karena berada diwilayah kecamatan perbatasan.

“Jadi dari 50 sekolah dasar yang masuk kategori 3T tersebut mendapat perlakuan berbeda dari pemerintah daerah. Seperti tunjangan untuk guru yang mengajar di kepulauan dan memperbolehkan operasional sekolah walaupun dibawah kuota yang ditetapkan,” jelasnya.

Perlakuan berbeda yang diberikan kepada sekolah yang masuk kategori Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T) bertujuan untuk memberikan pendidikan terhadap anak-anak yang ada lingkungan sekolah tersebut, sehingga mereka tidak ketinggalan dalam dunia pendidikan meski tinggal di wilayah terpencil.
[M. Fahrul]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: