JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Puluhan warga desa Parangtritis, Kretek, Bantul, menggelar aksi unjukrasa di halaman Gedung DPRD DI Yogyakarta, Jumat (30/9/2016). Mereka menolak rencana Pemerintah setempat yang hendak menggusur pemukimannya dengan alasan melestarikan Gumuk Pasir di kawasan Pantai Parangtritis.

Ngajiono saat orasi
Puluhan warga terdampak penggusuran di kawasan pesisir Pantai Selatan Parangtritis dan Parangkusumo yang terdiri dari warga Dusun Grogol 7-10, Cemara Sewu dan Parangkusumo, bersama mahasiswa yang tergabung dalam Komite Perjuangan Agraria (KOPRA) mendatangi Gedung DPRD DI Yogyakarta guna meminta penjelasan mengenai rencana penggusuran sejumlah lahan yang selama ini menjadi pemukiman dan mata pencaharian warga.

Dalam aksinya, secara bergantian warga dan mahasiswa berorasi menyampaikan pendapat dan tuntutannya. Sementara itu puluhan warga lainnya mengacung-acungkan berbagai poster, yang antara lain bertuliskan tuntutan reformasi agraria.


Salah satu warga terdampak asal Dusun Cemoro Sewu, Parangtritis, Bantul, Ngajiono, mengungkapkan, sejak awal September ini warga mulai mendengar rencana penggusuran sejumlah lahan di pesisir selatan Parangtritis, Bantul, yaitu Dusun Grogol 7 hingga Grogol 10, kawasan obyek wisata Cemara Sewu dan sebagian lahan di Parangtritis dan Parangkusumo, melalui media massa.

Lalu sepekan kemudian, perangkat desa Parangtritis mengadakan sosialisasi rencana penggusuran itu di Balai Desa Parangtritis. Dalam sosialisasi itu, kata Ngajiono, penggusuran dilakukan sebagai upaya melindungi kawasan zona inti pelestarian gumuk pasir. Namun, karena rencana tersebut dianggap belum jelas pelaksanaan dan ganti ruginya, Ngajiono bersama warga lain saat itu mengaku belum bisa memberikan tanggapan.


Namun, sepekan atau dua pekan kemudian, lanjut Ngajiono, tiba-tiba warga menerima surat yang isinya meminta agar warga terdampak segera membongkar bangunannya sendiri sejak 26 September hingga 1 Oktober mendatang. 

"Dalam pemberitahuan itu, dikatakan bagi warga yang ber-KTP Bantul akan ditempatkan di rumah susun, sedangkan yang ber-KTP luar daerah akan dipulangkan ke asalnya" jelasnya.

Dengan adanya rencana penggusuran yang dirasa belum jelas, lanjut Ngajiono, warga sepakat mengadakan aksi unjukrasa di Gedung DPRD DIY, agar sekiranya wakil rakyat bisa memperhatikan dan melindungi rakyatnya. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: