SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Dinas Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan menyelenggarakan kegiatan pemberian tablet tambah darah dan pemeriksaan hemoglobin (Hb) bagi remaja putri. Pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah tersebut difokuskan pada remaja putri yang duduk di sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Penengahan. Tahap pertama program tersebut salah satunya dilakukan di SMP Muhamadiyah Penengahan yang berlokasi dekat dengan Puskesmas.


Menurut bidan Ani Sukartinah, kepala bagian Gizi Puskemas rawat inap Penengahan, upaya pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri yang berusia 10-19 tahun atau WUS wanita usia subur yang berusia 15-45 merupakan salah satu upaya alternatif untuk menanggulangi anemia. Khusus remaja putri usia 10-19 tahun yang diantaranya merupakan siswa sekolah pemberian dilakukan oleh Puskesmas dengan sistem jemput bola dengan cara petugas Puskesmas mendatangi setiap sekolah sasaran.

“Program pemeriksaan Hb dan pemberian tambah darah ini merupakan upaya untuk melakukan pengecekan kesehatan bagi remaja putri terutama di sekolah sekolah dan akan rutin dilakukan dan akan didapat data sasaran penerima setelah semua sekolah kita datangi,”terang bidan  Ani Sukartinah kepada Cendana News, Senin (5/9/2016)

Berdasarkan catatan program pemeriksaan Hb dan pemberian tablet tambah darah dilakukan oleh petugas Puskesmas rawat Inap Penengahan dan sasaran pertama di SMP Muhamadiyah Penengahan tercatat sebanyak 27 siswa yang menerima tablet tambah darah dan menjalani pemeriksaan Hb. Selanjutnya dalam program tersebut akan diberikan kepada remaja putri di sejumlah sekolah secara bergantian dan rutin diantaranya ke Madrasah Tsanawiyah (Mts) Way Kalam dengan sasaran remaja putri.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan,saat ini program pemberian tablet tambah darah bagi remaja kembali di galakkan, target pemberiannya secara nasional adalah 10 persen remaja putri mendapatkan tablet tambah darah dengan dosis pencegahan yaitu Remaja putri (10-19 tahun) atau WUS (wanita usia subur) 15-45 tahun.

Tekhnis pemberian dilakukan sehari 1 tablet selama 10 hari saat mentruasi dan 1 tablet tiap minggunya, jadi total tablet tambah darah (fe) yang akan diterima oleh remaja putri adalah 13 tablet selama 4 bulan. Fakta di lapangan selama ini tablet tambah darah yang menjadi salah satu alternatif untuk menanggulangangi anemia di lapangan hanya masih diberikan kepada ibu hamil saja, dan untuk remaja putri belum maksimal di lakukan. Selama ini cakupan tambah darah Fe 3 dimana ibu hamil yang telah diberikan tablet tambah darah selama 90 kali sekitar 89,65 persen, akan tetapi cakupan tablet tambah darah yang tinggi ini tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kejadian anemia pada ibu hamil ataupun kasus kematian ibu karena perdarahan.

“Kita sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi pentingnya tablet tambah darah bagi remaja putri agar mereka memahami melalui pemberian tablet tambah darah dan pengecekan Hb yang kita lakukan,”ungkap Ani.

Pentingnya pemberian tablet tambah darah pada remaja putri sangat penting dilakukan untuk penyiapan remaja putri yang menjadi wanita usia subur yang siap untuk menjalani proses kehamilan saat usianya tiba nantinya. Kenyataan di lapangan tidak semua sekolah melaksanakan program pemberian tambet tambah darah pada remaja putri sesuai dengan pedoman. Hal ini terkendala oleh kurangnya sosialisasi tentang dampak anemia pada remaja putri dan pentingya pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah dan penyediaan saran obat tablet tambah darah.


Dalam upaya penyediaan tablet tambah darah tersebut perlu adanya kontribusi dari pihak sekolah maupun dari orang tua untuk mampu mandiri menyediakannya. Kalau hanya dilimpahkan pada pihak Dinas kesehatan tidaklah mencukupi. Oleh karenanya dengan kegiatan ini diharapkan untuk kembali melakukan gerakan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri untuk mampu menyiapkan menjadi wanita usia subur yang sehat dalam menjalankan siklus kehidupan menjadi ibu hamil nantinya. Selain itu pemberian edukasi terkait sumber sumber makanan alami penambah darah yang bisa didapat dari sayuran dan bahan makanan lain di luar pemberian tablet.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: