RABU, 28 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Maraknya aksi penggusuran dan relokasi bangunan yang selama berpuluh-puluh tahun sudah ditempati oleh warga masyarakat di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ternyata membuat banyak mendapatkan reaksi maupun komentar yang beragam, khususnya para pengamat maupun para aktivis atau pemerhati masalah lingkungan dan sosial.


Namun sebagian besar dari mereka merasa prihatin dan kecewa terkait dengan kebijakan atau langkah-langkah yang diambil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang punya kegemaran suka melakukan penggusuran dan melakukan relokasi dengan alasan normalisasi sungai dan maupun penertiban bangunan-bangunan untuk terbuka hijau maupun alasan lainnya.

Salah satu diantara sekian para aktivis, yang belakangan terlihat getol membela kepentingan warga masyarakat adalah Ratna Sarumpaet. Ratna Sarumpaet belakangan dikenal sebagai salah satu aktivis perempuan maupun anak-anak. Selain itu Ratna Sarumpaet selama ini  juga dikenal sebagai sebagai seorang pemerhati lingkungan dan masalah-masalah sosial lainnya yang terjadi di tengah-tengah warga masyarakat.

Pantauan Cendana News langsung dari Gedung PN Jakarta Pusat, Rabu siang (28/9/2016), Ratna Sarumpaet tampak terlihat hadir bersama teman-temannya sesama aktivis lainnya dalam rangka menghadiri persidangan pertama terkait dengan gugatan yang ditujukan kepada KPK terkait dengan Reklamasi Teluk Jakarta dan kasus pembelian lahan RS. Sumber Waras.

Beberapa Minggu sebelumnya, Ratna Sarumpaet dengan didampingi puluhan teman-temannya telah mendaftarkan gugatannya kepada KPK terkait dengan penanganan kasus perkara Reklamasi Teluk Jakara dan pembelian lahan RS. Sunber Waras yang diduga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya sebenarnya prihatin dan kecewa dengan maraknya aksi-aksi penggusuran bangunan maupun rumah-rumah warga masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta, okelah kalau alasan penggusuran nya  masuk akal dan bisa diterima, asalkan jangan semata-mata alasannya untuk kepentingan oknum-oknum para pengembang perumahan dan apartemen, ini jelas sangat akan merugikan kepentingan rakyat dan hajat hidup orang banyak" kata Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Pusat, Rabu siang (28/9/2016).

Ratna Sarumpet mengatakan "jangan asal main gusar-gusur saja, ingat mereka sudah berpuluh-puluh tahun hidup tenteram bersama keluarganya, namun sekarang tiba-tiba mereka harus menerima kenyataan pahit, yaitu dipaksa harus mau digusur dan direlokasi ke tempat lain, itu khan namanya tindakan yang semena-semena, khan semua ada aturan dan mekanismenya, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah tidak bisa dong  dengan seenaknya asal main gusur saja" katanya kepada wartawan di Jakarta.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: