KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

SAMPANG --- Ratusan personel Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar kegiatan bersih-bersih sampah yang berserakan pasca terjadinya banjir di daerah setempat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat agar lokasi yang telah beberapa hari direndam banjir menjadi bersih serta tidak lagi ada sampah yang dapat mengganggu akses jalan yang menjadi lintasan warga.

Suasana anggota kepolisian sedang bersih-bersih sampah usai banjir
Dalam kegiatan bersih-bersih, aparat kepolisian menyelusuri berbagai titik lokasi banjir untuk membersihkan sampah yang mengganggu di jalan maupun pemukiman warga. Karena jika dibiarkan sampah tersebut khawatir menjadi penghambat aliran air apabila hujan kembali turun, sehingga ketika tidak lagi ada sampah berserakan, selain pemandangan yang indah nantinya saluran air tidak mudah tersendat.

“Kegiatan bersih-bersih sampah ini untuk meringankan beban masyarakat pada saat pasca banjir. Supaya jalanan maupun pemukiman warga tidak lagi dipenuhi sampah, karena saat banjir terjadi banyak sampah yang masuk jalanan serta pemukiman warga,” kata AKBP Tofik Sukendar, Kapolres Kabupaten Sampang, Kamis (29/9/2016).


Disebutkan, bahwa dalam kegiatan ini memang ada beberapa titik yang menjadi sasaran, sebab daerah tersebut sampah cukup banyak setelah usai banjir. Sehingga hal itu perlu penangan cukup serius agar beban masyarakat bisa berkurang, karena keberadaan sampah baik dijalanan maupun saluran air akan mengganggu masyarakat.

“Dalam kegiatan ini kami 50 persen anggota yang ada untuk membersihkan sampah dan lumpur setelah pasca banjir. Itupun yang menjadi sasaran terdapat tiga titik lokasi banjir, diantaranya kawasan Pasar Sore Baru, Taman Kota Sampang dan daerah Jalan Panglima Sudirman.  karena daerah itu sampahnya sangat banyak,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan kegiatan tersebut betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga pihaknya akan melakukan evaluasi di internal Polres itu sendiri terkait pengamanan serta penanganan terhadap warga yang menjadi dampak bencana banjir. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: