SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Para petani tembakau di Sleman memiliki cara tersendiri untuk merawat tanaman tembakaunya agar bisa lebih berkualitas, yaitu dengan melakukan rempel. Aktifitas itu dilakukan agar daun tembakau bisa lebih tebal dan kandungan candunya lebih pekat. 

Suhardi melakukan rempel
Sejak awal menanam, para petani tembakau harus bekerja ekstra keras untuk merawat tanaman tembakaunya agar tidak gagal panen, karena di awal musim tanam tembakau kemarin cuaca tidak menentu. Kini, setelah tanaman mulai menginjak usia sekitar tiga bulan, para petani tembakau sudah bisa memulai masa petik untuk pertama kalinya.

Namun demikian, salah satu petani tembakau di Dusun Dalem, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Suhardi (63), ditemui Selasa (13/9/2016), mengaku belum memulai masa petik, dan membiarkan daun  tembakau yang sebenarnya sudah bisa dipetik itu mengering. Pasalnya, kata Suhardi, daun tembakau di awal masa petik pertama kualitasnya terlihat kurang bagus.

"Sengaja dibiarkan tidak dipanen karena hasilnya belum bagus" jelasnya.

Suhardi mengatakan, musim tembakau kali ini memang agak susah karena curah hujan di saat awal musim lalu yang terhitung tinggi. Bahkan, tingginya curah hujan itu telah menyebabkan tanaman tembakau di dusun lain banyak yang mati dan gagal panen. Namun, Suhardi merasa beruntung karena tanaman tembakaunya diperkirakan hasilnya agak bagus.


Diakuinya, di tengah musim tak tentu kemarin membuat perawatan tanaman tembakau sedikit lebih repot. Serangan hama ulat sering datang menyerang, dan tidak bisa dibasmi hanya dengan disemprot obat hama. Karenanya, Suhardi terpaksa membasi hama ulat itu dengan cara manual, yaitu dengan menjumputi ulat satu per satu di lahan tembakaunya seluas 900 meter persegi, lalu memusnahkannya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas daun tembakaunya, Suhardi dengan tekun melakukan proses rempel pada tanaman tembakaunya. Dijelaskan Suhardi, proses rempel itu adalah memangkas tunas atau daun-daun muda di pucuk tanaman tembakau. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerimbunan daun.

Dengan cara itu, kata Suhardi, asupan makanan bagi daun tidak terserap oleh daun muda, melainkan terserap oleh daun tembakau lain yang sudah besar sehingga menjadi lebih tebal dan kandungan candunya lebih pekat.

Rempel yang bertujuan untuk mengurangi jumlah daun, biasa dilakukan ketika menjelang musim panen atau petik. Dengan cara sederhana itu, para petani tembakau bisa meningkatkan kualitas hasil panen.

Suhardi mengatakan, harga jual tembakau kering tahun kemarin untuk kualitas bagus mencapai Rp. 200.000 perkilogram. Tahun ini, Suhardi berharap harga tembakau akan lebih tinggi dari harga tahun kemarin, atau setidaknya sama. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: