SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Warga Desa Gandri Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan khususnya perokok dalam beberapa pekan terakhir dihebohkan dengan beredarnya rokok yang diduga palsu. Menurut salah seorang warga, Kipli (30), berawal dari dirinya yang membeli rokok dalam jumlah beberapa slop yang akan digunakan untuk keperluan hajatan. Meski demikian dirinya tidak mengembalikan rokok tersebut karena merupakan rokok paling murah di warung tersebut dan akan digunakan untuk keperluan hajatan.


Terkait penemuan rokok yang diduga palsu tersebut Kipli memberitahukan kepada beberapa rekan yang ada di desanya dengan melakukan pemeriksaan terhadap bungkus rokok. Ditemukan adanya beberapa perbedaan mencolok. Perbedaan mencolok tersebut bagi sebagian perokok tidak cukup berarti namun dengan adanya rencana kenaikan harga rokok sempat membuat resah masyarakat.

“Saat ini warga sudah banyak resah dengan rencananya akan ada kenaikan harga rokok tapi justru muncul rokok diduga palsu dan sebagian asli dengan harga berbeda,”ungkap Kipli saat ditemui Cendana News, Selasa (6/9/2016)

Penampilan luar bungkus rokok tersebut menurut Kipli dan beberapa rekannya terlihat sekali perbedaannya sehingga pembeli bisa membedakan keasliannya. Selain itu beberapa batang rokok yang dirasakan tersebut cukup berbeda antara rokok asli dan rokok palsu.

Meski demikian sebagai warga yang tinggal di pedalaman, Kipli mengaku temuan adanya rokok palsu tersebut belum dilaporkan ke pihak berwajib karena jauh dari Polsek. Selain itu dirinya mengaku kebutuhan akan rokok di wilayah tersebut cukup meningkat dengan semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan rokok untuk keperluan hajatan.

“Sekarang kan lagi gencar gencarnya isu akan ada kenaikan harga rokok namun mengapa justru muncul rokok palsu yang orang awam tak bisa membedakannya”ungkap Kipli.

Sementara itu, terkait temuan tersebut anggota intelkam Polsek Penengahan, Bripka Ansori mengaku secara kasat mata terlihat perbedaan yang mencolok dan masih akan dilakukan penyelidikan terkait temuan rokok palsu tersebut.

Berdasarkan pengamatan secara visual, setelah dilakukan pemeriksaan terlihat beberapa perbedaan diantaranya:

1. Pada bungkus rokok asli terdapat hologram samping tapi di rokok 'palsu' tidak terdapat hologram.

2. Kertas cukai beda warna yang asli berwarna hijau yang palsu kuning.

3. Pada batang rokok palsu terdapat garis merah yang asli sementara yang palsu hanya berwarna biru dan tidak terlihat terang nyaris seperti fotocopyan dan tulisan berbeda.

4. Kertas timah pada rokok yang asli lebih kasar dan menempel di bungkus sementara yang palsu berpermukaan halus.

5. Pada bungkus rokok asli logo dan hologram cukai bagian depan terlihat terang namun pada bungkus rokok palsu terlihat samar samar.

6. Banderol harga berbeda pada rokok asli seharga Rp9.400 sementara pada rokok palsu tertulis Rp4.600

Keanehan rokok tersebut diduga terdapat pada rokok bermerk True MLD yang diproduksi oleh PT. Tri Cakrawala Adiguna Karanganyar dan dikirim ke sejumlah warung yang ada di Lampung. Namun berdasarkan pantauan Cendana News sejumah warung mengaku tidak menjual rokok dengan ciri ciri yang disebut palsu tersebut.

Terkait kasus tersebut Ansori mengaku masih akan melakukan penyidikan sebab pemalsuan produk rokok berkaitan erat dengan pemalsuan merk dagang jika pelaku pemalsu rokok tersebut bukan dari produsen resmi sehingga produsen resmi bisa melaporkan pelaku pemalsuan. Sementara terkait kerugian yang dialami konsumen bisa melaporkan perusahaan produsen rokok dengan dasar hukum UU No 8 tahun 199 tentang perlindungan konsumen.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: