SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Tradisi dalam penyambutan terhadap kedatangan jamaah haji diberbagai daerah sangat berbeda-beda, bahkan ada yang unik seperti yang dilakukan oleh warga Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dimana jamaah haji tersebut disediakan Kuda Kencak atau yang sering disebut juga Kuda Menari ditengah perjalan sebelum tiba kerumahnya, sehingga dalam perjalanan jamaah haji yang semula menggunakan mobil beralih menunggangi Kuda Kencak.

Pasangan  suami istri jamaah haji menunggangi Kuda Kencak
Sekitar kurang lebih satu kilometer dari rumahnya, pasangan suami istri jamaah haji bernama, Ali Muhsin bersama Ida disambut secara beramai-ramai oleh warga maupun kerabat dekatnya. Maka Kuda Kencak yang disediakan menjadi kendaraan bagi jamaah haji tersebut untuk pulang kerumahnya. Dalam perjalanan keduanya yang sudah menunggangi kuda kencak juga diiringi musik rebanan atau yang dikenal hadrah untuk memeriahkan penyambutan warga telah datang melaksanakan ibadah haji dari tanah suci Mekkah.

“Ini memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di daerah ini, dimana setiap warga yang datang melaksanakan ibadah haji, keluarganya menyediakan Kuda Kencak untuk menjadi kendaraan ketika ingin pulang kerumahnya. Hal itu dalam rangka menyambut kedatangan keluarganya yang telah selesai melaksanakan ibadah haji dan pulang selamat sampai ke tempat tinggalnya,” kata Ahmad Rasidi, salah satu keluarga jemaah haji yang menunggangi Kuda Kencak di Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, Selasa (20/9/2016).


Disebutkan, bahwa penyambutan seperti itu merupakan sebuah kebahagiaan bagi keluarga yang menunggu kedatangan keluarganya melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Hal itu memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat dalam menyambut kedatangan jamaah haji yang pulang dengan selamat dan bisa pulang ke kampung halamannya untuk kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Ini menjadi kebahagian bagi kami, karena keluarga yang melaksanakan ibadah haji bisa pulang selamat dan bisa berkumpul bersama seperti semula. Jadi kebiasaan menyambut jamaah haji seperti ini jarang ditemukan di daerah lain,” jelasnya.

Pasangan suami istri jamaah haji itu yang sudah menunggangi Kuda Kencak atau yang dikenal Kuda Menari sambil berlengak-lengok diarak sambil mengikuti alunan musik rebana. Itupun dalam perjalanan masyarakat yang ada di kampung tersebut bersama-sama berjalan mengarak jamaah haji sampai tiba ke halaman rumahnya. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: