SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

LOMBOK TIMUR --- Menikmati usia senja dengan lebih banyak beristirahat di rumah, bersantai dan berkumpul bersama keluarga, tentu menjadi dambaan dan impian setiap masyarakat lanjut usia (Lansia), tidak terkecuali Samsul, kakek usia 80 tahun asal Desa Sepit, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Tapi masa-masa lansia tersebut terpaksa harus dilewati Samsul dengan tetap bekerja sebagai penambak garam penggarap, milik salah seorang pengusaha garam asal Selongn Kabupaten Lombok Timur di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Jerowaru.

"Mau bagaiman lagi, kalau tidak bekerja, darimana dapat uang untuk kebutuhan sehari - hari bersama istri, sawah tidak punya, anak juga tidak ada, ya harus tetap bekerja meski umur telah lanjut usia" cerita Samsul kepada Cendana News, sambil sesekali menyengat keringat yang meleh di antara celah alis mata yang namapak mulai mengeriput, Sabtu (17/9/2016).

Samsul mengaku telah melakoni pekerjaan sebagai penambak garam penggarap sejak puluhan tahun lamanya, bahkan sejak masih muda dirinya sudah bekerja sebagai penambak garam di kawasan sekitar pantai Tanjung Luar.

Ia mengatakan, hampir sebagian besar warga penambak garam di kawasan Tanjung Luar, Lombok Timur merupakan penambak penggarap, jarang yang milik sendiri, kebanyakan merupakan pemilik pengusaha garam dari Selong dan beberapa Kecamatan lain di Lotim.

"Saya sendiri memiliki lahan garapan sebanyak enam petak yang setiap dua kali seminggu melakukan panen, dalam satu kali panen dirinya bisa mendapatkan sampai sepuluh karung pupuk kecil dan dibagi dua dengan pemilik tambak" tuturnya.

Dikatakan, cuaca yang panas di kawasan selatan Lombok Timur memang sangat mendukung bagi penambak garam, semakin panas cuaca, makan kristal garam yang menggumpal juga akan semakin banyak dan menguntungkan penambak.

Bersama penambak lain, Samsul mengaku bekerja hampir seharian penuh di areal tambak garam yang dikelola, sengatan matahari yang demikian panas dan membakar kulit tidak menjadi persoalan dan baru pulang saat menjelang sore hari.

"Usia boleh tua, tapi selama tenaga masih kuat untuk bekerja, hal tersebut tidak menjadi kendala untuk tetap bekerja daripada harus meminta dan mengharap belas kasihan dari orang lain" itulah yang menjadi prinsip hidup motivasi Samsul tetap semangat bekerja.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: