JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di trotoar jalan protokol. Mereka dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 terkait Ketenteraman, Ketertiban Umum (Trantibum) dimana fungsi utama trotoar untuk pejalan kaki bukan untuk berdagang, tempat parkir maupun tempat menyimpan barang dagangan.


"Operasi ini baru pertama kali dilakukan pada bulan September, tujuannya supaya masyarakat tertib," jelas Kasie Ops Satpol PP Ponorogo, Sumartuji saat ditemui Cendana News saat tengah melakukan penertiban di Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (9/9/2016).

Menurutnya, kegiatan penertiban ini tidak berhenti sampai disini saja namun berlanjut secara bertahap di jalan protokol seluruh Ponorogo.

"Untuk hari ini di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gajah Mada dan Jalan Juanda, nantinya bertahap semua kami akan lakukan operasi penertiban," ujarnya.

Meski sempat menaikkan gerobak salah satu milik PKL, Sumartuji mengaku tindakannya sudah sesuai prosedur dimana sebelumnya pihak Satpol PP sudah memberikan surat pemberitahuan untuk segera membersihkan gerobaknya. Namun pemberitahuannya nampaknya tidak digubris.

"Jadi terpaksa kami angkut, nantinya pemilik bisa mengambil di kantor Satpol PP dan harus menandatangani surat perjanjian," cakapnya.

Selama ini yang menjadi pusat perhatian Satpol PP seperti kawasan sekolah, perkantoran dan perkuliahan dimana banyak para PKL yang sembarangan berjualan tanpa memperhatikan keamanan dan ketertiban.

"Biasanya di depan SMPN 4, banyak pedagang yang mangkal disitu," tandasnya.

Selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sudah menempatkan sentra PKL di Tambak Bayan bekas terminal Ponorogo. "Tinggal para PKL ini mau apa tidak dipindah ke sentra PKL," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: