KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

ACEH --- Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengklaim keterbukaan informasi publik sebagai prestasi provinsi ujung barat Indonesia tersebut. Hal tersebut menjadi satu-satunya prestasi sejak konflik di daerah tersebut pada 2005 silam.


“Satu-satunya prestasi kita adalah dibidang keterbukaan informasi publik, ini salah satu kemajuan yang sangat baik atau terobosan baru yang kita lakukan,” ujar Azhari, anggota DPR Aceh yang juga Ketua Komisi I dari Partai Aceh, kepada Cendana News, Kamis (1/9/2016).

Azhari mengklaim, dengan adanya keterbukaan informasi publik tersebut kini masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi apapun dengan mudah. Masyarakat katanya bisa memanfaatkan situs atau website yang kini sudah dimiliki oleh pemerintah.

“Dulu kita tidak punya akses untuk keterbukaam informasi publik, kini akses masyarakat ke pemerintah atau ke dewan atau parlemen bisa lebih mudah, lebih terbuka. Masyarakat bisa akses apapun lewat website dewan, dinas-dinas atau sekrang bisa jumpa langsung denga  mudah, yang dulu tidak ada, sekarang bisa diakses dengan mudah,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan, saat ini pihak Pemerintah Aceh masih terus melakukan berbagai upaya untuk memajukan berbagai sektor lainnya. Katanya, saat ini baik pemerintah eksekutif maupun legislatif sedang berusaha memajukan sektor perekonomin, pendidikan dan pemberantasan kemiskinan.

“Sampai sekarang kita masih terus berusaham kita tidak tinggal diam, kita sudah minta pemerintah untuk berfikir bersama memajukan berbagai sektor dengan mendatangkan investor, memajukan sektor pendidikan dan mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: