SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengingatkan kepada siapa pun untuk menghentikan setiap bentuk upaya kejahatan korupsi, karena setiap upaya korupsi sudah masuk radar KPK.


Saut mengatakan hal itu saat menggelar kampanye anti korupsi bertajuk Ngamen Anti Korupsi di pelataran Stasiun Kereta Api Yogyakarta, Sabtu (17/9/2016), petang. Gelar kampanye anti korupsi yang dimeriahkan oleh penampilan Orkes Melayu Pengantar Minum Racun (OM PMR) yang populer di era 1990-an dan tergabung dalam rangkaian acara Festival Lagu Suara Anti Korupsi 2016.

Dalam kesempatan tersebut, Saut menegaskan, KPK akan selalu berupaya keras membawa pelaku kejahatan ke pengadilan dan tidak akan pilih-pilih kasus. Bahkan, katanya, kemungkinan tindak pidana korupsi di sektor pangan juga telah menjadi perhatian KPK.

"Rakyat sudah menderita, jadi hentikan semua tindakan korupsi itu, kalau tidak mau KPK lebih kejam lagi," tandasnya.

Sementara itu, Saut mengatakan, dipilihnya stasiun sebagai lokasi kampanye anti korupsi, karena di stasiun terdapat banyak masyarakat dari berbagai lapisan, sehingga diharapkan gerakan anti korupsi ini bisa didengar oleh masyarakat luas.

Kampanye Anti Korupsi bertajuk 'Ngamen Anti Korupsi' dengan menghadirkan OM PMR, merupakan gerakan yang diinisiasi bersama oleh KPK dan PT KAI yang sama-sama peduli dalam upaya pemberantasan korupsi secara terus-menerus.


Kepala Bagian Humas PT KAI Daerah Operasi VI, Eko Budiyanto mengatakan, PT KAI pun selama ini terus melakukan pembenahan di semua sektor, termasuk di bidang pelayanan penumpang kereta api dengan mempermudah akses mendapatkan tiket yang bisa menekan atau bahkan mencegah semua praktik pungutan liar atau pungli.

"Di setiap jajaran, kita juga selalu menekankan untuk selalu menjaga dan meningkatkan integritas pada setiap karyawan," pungkasnya.
[Koko Triarko] 

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: