SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Lhokseumawe, Aceh, dilaporkan terus mengalami peningkatan. Sejumlah Rumah Sakit (RS) di kota tersebut disebutkan sejumlah pasien yang dirawat merupakan penderita penyakit yang disebabkan oleh virus yang berasal dari nyamuk Aedes Aegypti.


Salah seorang dokter penanganan DBD di Rumah Sakit Umum Bunga Melati Lhokseumawe, dr. Yudi Harisanoza, mengatakan, kasus DBD semakin banyak ditemukan terutama pada balita dan anak-anak. Dalam sehari, katanya pasien DBD yang masuk ke RS tersebut mencapai dua hingga tiga pasien.

“Kebanyakan (pasien) anak-anak, balita sama remaja, hampir setiap hari ada pasien yang masuk karena DBD, sehari bisa dua sampai tiga pasien,” ujar dr. Yudi kepada sejumlah awak media, Selasa (20/9/2016).

Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mencatat saat ini panyakit DBD tersebut telah mewabah hingga ke empat kecamatan yang ada di Lhokseumawe. Pasien DBD terus bertambah dalam satu hingga dua pekan terakhir.

Pihak Dinkes mengatakan, dalam dua pekan terakhir kasus DBD di Lhokseumawe mencapai 331 kasus. “Jumlahnya terus meningkat, pekan sebeumnya cuma 312 lalu sepekan terakhir ini  meningkat menjadi 331 kasus,” ujar dr. Herliza, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Ia menambahkan, untuk menekan terus bertambahnya angka kasus tersebut, pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk pencegahan. Salah satunya kata Herliza adalah dengan mendatangi rumah warga dan mengintrol langsung lokasi-lokasi yang bisa dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Tidak hanya itu, ia melanjutkan, pihak Dinkes juga melakukan sejumlah kegiatan fogging di sejumlah lokasi untuk membunuh jentik naymuk tersebut. “Kami juga berharap, masyarakat mau lebih menjaga lingkungannya dengan perilaku hidup sehat, tidak buang sampah sembarangan, menguras bak mandi yang kotor dan sebagainya,” pungkas Herliza.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: