KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Uum Sumiati menyampaikan ada 151.330 penduduk di Kota Kembang yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik alias E-KTP. Sementara Pemerintah lewat Kementrian Dalam Negeri menargetkan penyelesaian E-KTP bisa tuntas 100 persen dengan tenggat waktu hingga 30 September 2016 mendatang.


Uum katakan, jika mengacu pada hitungan matematis target tersebut tak akan terkejar. Mengingat Kota Kembang hanya memiliki 63 alat perekam yang tersebar di 30 Kecamatan termasuk 2 yang ada di kantornya.

"Kalau dengan hitungan matematis jumlah tersebut tidak akan terkejar sampai akhir September nanti, masih ada perlu penambahan waktu," ujar Uum, Kamis ( 1/9/2017).

Dikatakan, dalam satu hari hanya bisa melakukan perekaman sebanyak 100 kali. Ia berharap bisa mendapat tambahan alat agar pengejaran target bisa dikebut. Sejauh ini pihaknya masih melakukan evaluasi terkait 150. 330 warga yang belum terekam itu. 

"Kita meminta bantuan kecamatan dan juga kelurahan, mungkin diantaranya ada yang sudah meninggal tapi masih terdaftar, ada juga yang sudah pindah tapi masih terdaftar," katanya.

Uum mengklaim, warga Kota Bandung cukup banyak yang mendatangi kantor Disdukcapil maupun kecamatan untuk melakukan perekaman. Pihaknya juga melakukan pelayanan weekend service pelayanan dengan mobil keliling.

"Ahamdulillah kewilayahan juga turut aktif sehingga sampai hari ini (Kamis) kurang lebih 17 ribu hingga 18 ribu warga yang sudah melakukan perekaman," urainya.

Disampaikan, yang melakukan perekaman tak melulu warga Kota Kembang saja. Namun ada pula warga luar kota yang mendatangi kantornya dan juga kantor kecamatan.

"Tapi ada juga warga kota luar yang melakukan perekamanan di wilayah kita, kurang lebih ada 500 orang," pungkasnya.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: