JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Alokasi Dana Desa (DD) dengan sasaran pembentukan badan usaha milik desa (Bumdes) terus diwujudkan oleh Desa Pasuruan dengan terus melakukan pendataan, pembinaan kepada kelompok kelompok usaha kecil yang dikelola oleh kaum perempuan. Pemberdayaan kaum perempuan terutama pemilik usaha kecil menengah yang melakukan usaha pembuatan makanan tradisional, kerajinan serta usaha pemberdayaan perempuan menjadi prioritas Desa Pasuruan yang akan menjadi pengembangan desa yang berbasis wirausaha. menurut Kepala Desa Pasuruan, Kartini, saat ini kantor kepala Desa Pasuruan juga berfungsi sebagai kantor BUMDes Bina Warga yang dikembangkan dalam bidang usaha Simpan Pinjam dan Produksi paving blok.


Kartini mengungkapkan, berdasarkan pendataan saat ini beberapa jenis usaha kaum perempuan yang ada di Desa Pasuruan diantaranya pembuatan keripik pisang, keripik singkong, keripik jagung, pembuatan tahu dan tempe, pembuatan kue kue kering yang rata-rata digerakkan oleh kaum perempuan. Sektor usaha yang diwadahi dan digerakkan oleh kaum perempuan di desa tersebut akan didukung dengan adanya bidang usaha simpan pinjam sehingga para pemilik usaha kecil bisa melakukan peminjaman modal dengan persyaratan mudah dan bunga yang ringan.

"Selama ini masyarakat kecil di desa untuk membiayai usahanya melakukan peminjaman pada bank keliling atau dikenal dengan bank harian dan juga bank umum dengan bunga yang cukup besar, saat mengalami kerugian justru pengusaha kecil kesulitan melakukan pengembalian modal, karenanya bidang usaha simpan pinjam menjadi fasilitas peminjaman lebih mudah,"ungkap Kartini saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (2/9/2016).

Peminjaman dari para pemilik usaha tersebut menurut Kartini dilakukan secara kelompok dengan masing masing anggota kelompok minimal 10 orang sehingga kebutuhan masing masing anggota kelompok bisa diakomodir. Pembentukan kelompok usaha di setiap rukun warga (RW) yang saat ini di Desa Pasuruan terdapat sebanyak 8 RW akan memudahkan dalam pembinaan dan pemantauan usaha kelompok yang melakukan peminjaman.

Kartini mengungkapkan, saat ini pendataan seluruh usaha tak sebatas usaha kaum perempuan namun untuk proses pemasukan data pada data base desa yang akan dimasukkan dalam situs desa seluruh usaha desa akan dimasukkan. Beberapa sektor usaha yang akan didata diantaranya usaha pertanian, usaha pertukangan, usaha kerajinan bahkan juga sektor jasa. Selama ini menurut Kartini sektor usaha pertukangan hampir merata ada di Desa Pasuruan dengan banyaknya permintaan akan furniture dan jasa pertukangan.

"Syukur-syukur jika dalam satu keluarga usaha tersebut dijalankan oleh sang suami atau isteri sehingga memudahkan dalam pengelolaan usaha namun kita akan terus lakukan pendataan untuk memudahkan jumlah usaha kecil di desa ini,"terang Kartini.

Satu satunya kepala desa perempuan di Kecamatan Penengahan tersebut mengaku selain sektor usaha pemberdayaan perempuan. Bumdes yang dijalankan diantaranya bidang usaha paving blok yang saat ini belum dijalankan menunggu proses menunggu alat pembuatan paving blok. Sementara bahan pembuatan berupa pasir, debu batu serta semen sudah disiapkan di balai desa lama untuk proses pembuatan paving blok yang akan digunakan untuk jalan lingkungan. Pembuatan jalan lingkungan menggunakan paving blok buatan Bumdes diharapkan akan mampu menggerakan perekonomian masyarakat dan selanjutnya menunjang infrastruktur desa.


Pantauan Cendana News, beberapa sektor usaha yang dijalankan oleh perempuan di Desa Pasuruan hingga saat ini masih menggunakan modal minim dengan peralatan yang sederhana. Seperti halnya Sumini yang menekuni usaha pembuatan keripik singkong dan keripik jagung rasa balado. Usaha kecil tersebut dijalankannya sejak lima tahun lalu dan memasok ke sejumlah toko oleh oleh makanan tradisional di Jalan Lintas Sumatera. Ia mengaku selama ini belum mendapat pinjaman dari lembaga simpan pinjam manapun dan senang jika di desanya telah dibentuk Bumdes Simpan Pinjam.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: