SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Selama tahun 2016 puluhan perempuan dugaan korban perdagangan manusia (human trafficking) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil diselamatkan aparat keamanan bersama satgas bentukan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)


"Data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, ada sekitar 67 TKW dugaan korban human trafficking berhasil aparat keamanan bersama Satgas bentkan BNP2TKI di Jakarta" kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB, Zainal di Mataram, Selasa (20/9/2016)

Ia mengatakan, puluhan perempuan dugaan Korban perdagangan manusia asal NTB tersebut rencananya akan diberangkatkan dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Abu Dhabi, namun berhasil digagalkan aparat keamanan saat berada di penampungan di Jakarta

Zainal mengatakan, pemberangkatan berhasil digagalkan, setelah puluhan TKW yang hendak diberangkatkan sebagai PRT tidak memiliki dokumen lengkap untuk bekerja sebagai PRT

"Selain itu, pemerintah Indonesia saat ini juga sedang memberlakukan moratorium TKW terutama ke sejumlah negara timur tengah" katanya

Lebih lanjut ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sendiri 67 perempuan tersebut berasal dari Kabupaten Lombok tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa

Terkait perusahaan yang memberangkatkan, puluhan perempuan asal NTB tersebut, pihaknya telah mengatongi namanya, perusahaan bersangkutan, selain terancam pidana, izin juga terancam dicabut
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: