KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Selama bulan Agustus 2016, kemampuan daya beli petani Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kenaikan, khususnya di tiga subsektor, yang terdiri dari peternakan 119,97 persen, subsektor tanaman pangan 106,06 persen dan subsektor perikanan sebesar 103,09 persen.


"Kalau dibandingkan dengan bulan Juni maupun bulan Juli, kemampuan daya beli masyarakat pada Agustus pada tiga subsektor mengalami kenaikan cukup baik" kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Kadek Adi Madri di Mataram, Kamis (1/9/2016).

Ia mengatakan, sementara untuk Nilai Tukar Pertani (NTP) untuk bulan Agustus juga mengalami peningkatan sebesar 1,48 persen, kalau dibandingkan NTP bulan Juli 2016, yaitu dari 104,71 menjadi 106,26 persen.

Hal tersebut disebabkan karena indeks harga yang diterima petani meningkat sebesar 1,45 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,03 persen.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada delapan Kabupaten di NTB, terjadi NTP yang berfluktuatif setiap bulannya, pada Agustus NTP Provinsi NTB berada diatas 100 persen yang berarti petani mengalami peningkatan daya beli" ungkapnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: