KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

MANADO --- Kepedulian Alumni SMA Negeri 1 Manado angkatan 1989 terhadap lingkungan terus di gaungkan, setelah pekan lalu mengambil bagian dalam kegiatan Car Free Day di sepanjang jalan Piere Tendean Boulevard, kali ini Alumni SMANSA 89 menggandeng media dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEPAR) untuk menggelar diskusi Save Bunaken.


Juru bicara Alumni SMANSA 89 Atho Sasauw bersama pengurus Alumni Verdy Edon Lydda mengatakan, kegiatan diskusi "Save Bunaken" merupakan langka dari teman-teman Alumni SMANSA 89 untuk terus menggaungkan Pulau Bunaken yang kini kembali menjadi salah satu tujuan wisata dunia yang ada di Indonesia sejak di bukanya jalur penerbangan internasional untuk wisatawan asing yaitu Tiongkok dan Hong Kong, sehingga kalau kita tidak mencintai lingkungan dan menjaga aset daerah khususnya Taman Nasional Bunaken makan bisnis pariwisata di Manado akan mengalami pasang surut, karena itu kita sengaja melakukan diskusi publik melalui media agar apa yang dilakukan ini bisa di tiru oleh komunitas lain terutama pemerintah, agar bisa mempertahankan bisnis pariwisata sebagai aset daerah yang bisa meningkatkan pendapatan daerah dan kehidupan masyarakat.


"Dimana-dimana daerah yang mengutamakan pariwisata sebagai salah satu bisnis lokal terus berkembang, sehingga daerah itu akan terkenal dan terus maju, asalkan pemerintah dan masyarakat bisa menjaga dan merawat destinasi wisata dengan baik, karena itu salah satu yang dilakukan Alumni SMANSA 89 dengan menggelar perspektif bisnis Save Bunaken" kata Sasauw dan Verdy pada Cendana News Kamis (22/9/2016).

Sementara itu untuk narasumber yang akan mengisi diskusi publik dalam perspektif bisnis hari ini Sasauw dan Verdy menuturkan akan di hadiri oleh Direktur STIEPAR Drevy Malalantang dari Akademisi dan pelaku pariwisata dari perhotelan yaitu Ambo Kopi sebagai FB Manager Aryaduta Manado, selain dari pengurus Alumni SMANSA 89.
(Ishak Kusrant)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: