JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Jumlah pemadaman listrik sepanjang tahun 2016 di Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) tercatat mengalami penurunan, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat sepanjang tahun 2016 ini sekitar 369 menit atau enam jam dalam setahun alami pemadam. Hal itu terungkap saat GM PLN Kaltimra Tohari Hadiat memaparkan kinerja kelistrikan wilayah Kaltimra saat menerima kunjungan kerja spesifik anggota DPR RI Komisi VI, Jumat (16/9/2016).


Ia menuturkan, masalah Saidi (durasi/berapa lama waktu pemadaman) dan saifi (frekwensi atau jumlah berapa kali pemadaman) lebih banyak penyaluran listrik. Sedangkan pembangkit listrik lebih pada  penambahan daya. Kedepan akan segera dilakukan operasional 1x110 MW Kariangau.

"Ke depan akan lebih baik dalam hal pelayanan listrik terutama pada stabilitas dan kontiniutas listrik di Kalimantan Timur dan Utara," ungkapnya saat menerima kunjungan kerja. 

Tohari menjelaskan, penggunaan listrik di Kaltim masih didominasi pelanggan rumah tangga 90 persen sisanya kalangan bisnis, industri dan perbengkelan. 

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI  Bambang Haryo mengatakan untuk Saidi - Saifi masuk yang terbaik dibandingkan wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, NTB bahkan Sumatera. Ia memberikan apresiasi dan minta hal ini dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Ini supaya dipertahankan karena saidi saifi ini sangat berpengaruh pada kinerja produktivitas industri maupun bisnis. Disini juga banyak pariwisata termasuk kebutuhan rumah tangga yang ada 90 disini bisa terlayani dengan baik,” katanya.

Meskipun saat ini daya masih terbatas (433 MW) dengan beban puncak 407 MW namun Bambang melihat tahun 2016-2017 akan ada penambahan 80 persen kapasitas daya listrik dari Kariangau dan Muara Jawa. 

"Ini kita harapkan akan lebih baik dalam pelayanan pada masyarakat dan industri maupun bisnis," tambahnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: