SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Pemerintah melalui Dirjen Bina Marga, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perbaikan dan pembangunan pemisah jalan (separator) di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang pertigaan Menara Siger hingga Dusun Muara Piluk Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Selain untuk mengurai kemacetan separator juga bertujuan memudahkan pejalan kaki yang akan menyeberang di Jalan Lintas Sumatera terutama di ruas jalan tersebut merupakan kawasan perbelanjaan dan kawasan wisata.


Menurut salah satu pengawas pengerjaan separator jalan dan trotoar di Jalinsum, Musdi (40) jalan tersebut memiliki lebar sekitar 10 meter dan terpisah oleh separator dan trotoar.  Proses pembangunan separator dan trotoar merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan yang sebelumnya aspal diganti jalan rigid.

“Pembangunan separator jalan ini memang tahap lanjutan dari pembangunan jalan rigid untuk memudahkan pengendara kendaraan dari arah Jalan lintas Timur” ungkap Musdi saat ditemui dilokasi pengerjaan separator Jalintim, Selasa (27/9/2016)

Proses pengerjaan separator jalan tersebut menurutnya sudah memakan waktu hampir selama tiga bulan meski hingga kini belum selesai dan masih dalam tahap penyelesaian. Pembangunan separator tersebut menurutnya bisa memberi manfaat bagi pejalan kaki karena pejalan kaki tidak perlu langsung menyeberangi lajur selebar beberapa meter. Tetapi dapat memanfaatkan spot separator sambil menunggu saat yang tepat untuk menyeberang.

Pantauan Cendana News beberapa pekerja tengah melakukan proses pembangunan separator dan trotoar jalan dan proses pembangunan tersebut bersamaan dengan proses pembangunan lokasi toko toko khusus yang disediakan untuk penjualan oleh oleh. Beberapa los toko penjualan oleh oleh berada tak jauh dari kantor Desa Bakauheni tepat di depan Menara Siger.


Pembangunan toko oleh-oleh di sepanjang jalan depan Menara Siger tersebut seiring dengan pembangunan trotoar dan separator jalan menurut Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, dilakukan untuk merapikan para pedagang yang selama ini melakukan aktifitas berjualan di sepanjang jalan. Keberadaan separator jalan tersebut bahkan dirasa menguntungkan bagi para warga karena lebih terjamin keamanannya saat akan melakukan proses menyeberang dan bertransaksi di ruas jalan tersebut.

“Sebelumnya banyak penyeberang dan kendaraan melawan arus mengakibatkan ruas jalan ini semrawut dan sejak ada separator dan trotoar keamanan pejalan kaki lebih terjamin” terang Sahroni.

Selain keberadaan separator jalan selebar satu meter berikut trotoar di sepanjang Desa Bakauheni yang ada di Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut menjadi lokasi favorit untuk berkumpul saat sore hari terutama kawasan tersebut berdekatan dengan kawasan wisata Menara Siger. Selain digunakan sebagai lokasi pejalan kaki yang lebih nyaman separator dan trotoar jalan tersebut kini menghindarkan pejalan kaki dari tersenggol kendaraan yang melintas.

Keberadaan separator dan trotoar yang sebagian sudah selesai disambut positif warga terutama pemilik anak anak kecil yang duduk di bangku sekolah dasar di daerah tersebut. Siswa siswa SD kini lebih terjamin keamanannya saat akan menyeberang karena ada lokasi tunggu berupa separator sebelum menyeberang.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: