RABU, 14 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Sampai bulan September 2016, nilai uang tebusan dari program tax amnesty (uang pengampunan) pajak yang dibayarkan sejumlah perusahaan penunggak pajak ke Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP) wilayah Nusa Tenggara telah mencapai 34 miliar.


Kepala Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Nusa Tenggara, I Ketut Sukarda mengatakan, semenjak program pengampunan pajak diberlakukan di wilayah Indonesia, terutama wilayah Nusa Tenggara, sudah sekitar seribu lebih orang yang membayar uang penebusan pajak, terutama dari kalangan pengusaha

"Berdasarkan data Kanwil DJP Nusa Tenggara, dari target yang ditetapkan senilai 75 miliar, baru 34 miliar nilai uang tebusan program pengampunan pajak didapatkan" kata Sukarda di Mataram, Rabu (14/9/2016)

Dirinya optimis target tersebut akan bisa tercapai hingga tenggang waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat, September 2017 mendatang, karena itulah dirinya juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya perusahaan yang masih menunggak pajak untuk ikut program pengampunan pajak

Menurutnya, dengan mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty), tunggakan pajak dari wajib pajak yang telah lalu, terhitung sejak 2015 ke bawah tidak akan dihitung dan diutak-atik termasuk dipidanakan pemerintah

"Untuk nilai uang tebusan sendiri, tergantung dari harta yang belum dilaporkan, kalau banyak, pada program pengampunan pajak sendiri, jumlah uang tebusan yang dibayarkan sebesar 2 persen untuk periode sekarang, tiga persen bulan Oktober dan 5 persen akan dikenakan, kalau pengajuan pengampunan pajak dilakukan bulan Januari 2017" katanya

Dikatakan, nilai uang tebusan tersebut sendiri jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan PPh normal, yaitu mulai dari lima persen, 15 persen, 25 persen sampai 30 paling tertinggi
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: