SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

BALI --- Nusa Penida Festival (NPF) 2016 yang kembali digelar untuk kali ketiga. Dan untuk tahun ini mengambil tema “Exploring The Blue Paradise Islands”, menjelajahi pulau surga biru. 


“Tema ini didasarkan atas di Nusa Penida masih banyak obyek wisata yang perlu dijelajahi, yang mana selama ini obyek-obyek wisata di Nusa Penida banyak sekali yang belum sempat dikunjungi wisatawan dan untuk keindahan tidak usah diragukan lagi,” kata Humas NPF 2016, I Nyoman Widana, Senin (26/9/2016).

Dan Blue Paradise Island ini merupakan icon untuk Pulau Nusa Penida yang dikenalkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat Nusa Penida Festival tahun 2015 silam. Selama festival ini, yang dilaksanakan pada 7 sampai 9 Oktober 2016 nanti, seusai dengan slogannya, wisatawan akan diajak untuk mengeksplore Kepulauan Nusa Penida yang terdiri dari Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. 

“Wisatawan selain diajak melihat bagimana keindahan alam dan keasrian pulau ini dari dekat, juga diajak melihat obyek yang benar-benar baru dan sangat jarang diketahui Wisatawan, pokoknya nanti kita lihat sama-sama, dijamin terpukau,” sebutnya. 

Soal obyek bawah laut, Nusa Penida tidak perlu diragukan lagi, mengingat Nusa Penida juga terkenal akan keindahan karang laut dan ikan-ikan langka yang bertebaran diperairan ini.

Bahkan, melalui festival ini juga dikenalkan Nusa Penida memiliki Ikan Mola-mola (sunfish), dan parimanta yang sangat bersahabat dengan manusia, yang datang pada bulan Juni-Oktober. 

“Ada banyak titik lokasi penyelaman, dengan pemandu-pemandu handal dan bersertifikat yang siap menjadi pemandu nantinya,” tambahnya. 

Untuk budayanya, Nusa Penida juga memiliki satu tarian khas yang tidak dimiliki daerah lain di Bali. Yang disebut tari Baris Jangkang, dimana pada festival pembukaan nanti, pada 7 Oktober 2016, akan dipentaskan oleh seribu orang penari. 

“Mereka menari di pantai pasir putih Banjar Nyuh, di Nusa Penida, dengan view Pulau Nusa Lembongan, dan Bali daratan yang akan tampak indah, dengan perpaduan pakaian penari dominan kuning dengan birunya laut Pulau Nusa Penida,” sebutnya. 

Karena ini merupakan tarian sakral, sebelum dipentaskan biasa didahului dengan ritual atau upacara sesuai dengan kepercayaan desa setempat.

Untuk keselamatan dan perlindungan. Seribu penari tersebut terdiri dari kalangan remaja, mulai dari tingkat SMP, SMA dan masyarakat umum, yang saat ini sudah mulai melakukan berbagai latihan serius disekolah masing-masing dan desa yang akan mengikutinya. 

“Penari semua sudah matang, tinggal pentasnya saja,” ujar Widana. 

Mengenai banyaknya penari yang dilibatkan, selain karena unsure tontonan untuk lebih menarik, tarian ini juga harus dilestarikan karena selama ini penarinya dari kalangan orang tua yang usianya sudah diatas lima puluh tahun. Dan melalui festival ini tari Baris Jangkang Nusa Penida akan diregenerasi oleh kalangan anak muda.

Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, melalui festival ini paling utama adalah pengenalan obyek-obyek wisata baru yang ada di Nusa Penida, selain itu pengenalan budaya yang ada. 

“Selama ini banyak sekali obyek wisata yang terpendam dan belum sempat tereksplore, sehingga Nusa Penida sebagai bagian dari Bali menjadi salah satu tujuan wisata yang baru,” kata Bupati. 

Selain itu, Klungkung, khususnya Nusa Penida baru saja mendapat penghargaan dari Anugrah Pesona Indonesia, Sebagai tempat berselancar terpopuler kedua di Indonesia, kemudian tempat menyelam terpopuler ke dua di Indonesia. 

“Inilah bentuk penghargaan masyarakat dan ini juga terjadi akibat masih terpeliharanya dengan baik alam di pulau ini, dengan budaya masyarakat adat yang masih kuat,” terangnya.

Melalui Nusa Penida Festival 2016 ini, kekuatan alam dan warisan budaya yang dimiliki sebagai upaya promosi, konservasi dan pelestarian agar semua bisa tetap terjaga untuk anak cucu nanti. Selama tiga hari mulai 7-9 Oktober, kata Widana, dari pembukaan sampai penutupan dilaksanakan total di Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida, Bali. Pembukaan rencananya dilakukan oleh Menteri Pariwisata, Arif Yahya. 


Pada pembukaan 7 Oktober nanti, akan ada tari penyambutan, dan terpenting adalah Tari Baris Jangkangnya. Pada 8 Oktober, dilanjutkan dengan kegiatan eksplore Nusa Penida melalui touring wisata ke obyek wisata, ada juga parade Budaya Bali dan pada 9 Oktober atau penutupan dilaksanakan berbagai bentuk perlombaan tradisional, yang diikuti masyarakat lokal dan wisatawan seperti lomba perahu layar, lomba perahu layar mini, dan setiap malam juga ada pentas musik. Menuju ke festival, ada dua lokasi yang bisa dilalui yakni pelabuhan Sanur, Pelabuhan Kusamba Klungkung dengan menggunakan Boat penumpang, jarak tempuh 15-20 menit.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: