JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Putusnya server dari pusat yang menyebabkan layanan E-KTP menjadi terbengkalai. Kondisi ini ditemukan di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang menyebabkan puluhan warga yang sudah menunggu dari pagi hingga sore harus pulang dengan tangan hampa. Bagaimana tidak, server yang sebelumnya bisa digunakan mendadak terputus hingga membuat layanan terhenti. 


 “Kata petugas servernya mati jadi tidak bisa mengirim data ke pusat. Kita hanya bisa menunggu,” ucap Surato  saat ditemui Cendana News, Jumat (16/9/16).

Warga Desa Kemuning itu lebih lanjut mengatakan, awalnya layanan E-KTP masih bisa berjalan hingga sebelum Jumatan. Namun begitu selesai istirahat, server mati dan layanan kepada masyarakat dihentikan. Tidak adanya kepastian kapan akan hidup lagi membuat warga yang datang sejak pagi harus menunggu hingga sore. 

“Saya datang pukul 07.30 WIB dan sampai pukul 15.00 WIB belum juga hidup. Kalau tidak ada kepastian, pulang dulu,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Fitriyani, yang mengaku baru akan melakukan rekam E-KTP karena dirinya baru beranjar usia 18 tahun. Warga Desa Kemuning itu juga membenarkan jika pelayanan E-KTP harus terhenti karena server dari pusat terputus. 

“Petugas yang ada tidak bisa apa-apa. Ini tadi layanan sudah sampai no 23, dan masuk ke 24. Sementara nomor antrian saya 26. Tapi baru mau 24 server sudah mati dan kita disuruh menunggu, ya kita tunggu,” papar Fitriyani.

Sementara itu, salah satu petugas rekam E-KTP Kantor Kecamatan Ngargoyoso Suparyanti membenarkan jika layanan E-KTP tidak bisa dilanjutkan karena server pusat terputus. Pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak karena terkendala masalah teknis yang ada di Jakarta. 

“Kita sebenarnya juga tidak ingin seperti ini, karena kita juga ditarget setiap harinya harus bisa rekam 100 warga. Tapi kalau seperti ini jelas tidak bisa,” keluhnya.


Sebagai petugas rekam E-KTP, Suprayanti mengaku kesulitan dalam pelaksanaannya, karena sering terkendala masalah teknis dan membuat layanan lagi-lagi tidak bisa berjalan dengan baik. 

“Hari ini servernya terputus, kemarin seharian mati lampu. Sementara kita ditarget harus 100 rekam selama sehari. Kalau seperti ini target jelas tidak tercapai,” tandasnya.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: