SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Pelaksanaan persidangan ke 22 kasus perkara "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso pada Senin (19/9/2016), kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica Kumala Wongso menghadirkan seorang saksi ahli Psikologi dari Universitas Indonesia (UI), Dewi Taviana Walida Haroen.


Sebagai saksi ahli Psikologi yang dihadirkan dalam persidangan, Dewi pada awalnya menerangkan bahwa pengertian umum Ilmu Psikologi adalah merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang semua perilaku, sikap dan perbuatan seseorang (manusia). Namun sebelum memberikan keterangan di dalam persidangan, Dewi terlebih dahulu disumpah sesuai dengan agama dan keyakinannya yaitu Islam.

Saat ditanya Otto Hasibuan, sebagai ketua tim kuasa hukum sekaligus pengacara Yerdakwa terkait dengan perilaku Jessica di Cafe Olivier, Dewi mengatakan "secara umum memang kebanyakan para pengunjung kafe biasanya mempunyai kebiasaan membayar minuman maupun makanan yang dipesan pada saat terakhir atau sesaat sebelum mereka pulang meninggalkan kafe, namun sah-sah saja apabila ternyata ada orang yang lebih suka membayar langsung pesananannya di muka," katanya saat bersaksi dalam persidangan, Senin (19/9/2016).

"Budaya dan kebiasaan tiap-tiap bangsa atau negara antara satu sama lainnya tentu saja berbeda, contohnya misalnya kebiasaan  perlilaku penduduk di Indonesia dengan penduduk di negara lain tentu saja sangat berbeda. Di Indonesia kebanyakan pembayaran pesanan makanan dan minuman umumnya dilakukan belakangan, namun apabila dilakukan dimuka mungkin kesannya tidak lazim, namun di luar negeri hal tersebut mungkin sudah lazim, begitu juga dengan sebaliknya" kata Dewi saat bersaksi dalam di PN Jakarta Pusat.
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: