RABU, 14 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, AM Fachir, mengatakan, Samudera Hindia yang berada diantara empat benua menjadi jalur perdagangan dan perlintasan kapal yang sangat padat dan strategis. Namun, di sisi lain, posisi strategis Samudera Hindia juga memunculkan potensi kerawanan yang harus diantisipasi.


Selama ini, katanya, bahkan gangguan perompak seringkali terjadi di kawasan Samudera Hindia. Karenanya, upaya menjalin kerjasama di antara negara-negara pesisir Samudera Hindia sangat penting, untuk menjamin stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Samudera Hindia.

Wamenlu mengutarakan hal itu dalam sambutan pembukaan Simposium negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Internasional Indian Ocean Rim Association/IORA) di Yogyakarta, Rabu (14/9/2016). IORA adalah organisasi Negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Organisasi yang didirikan tahun 1997 yang kini beranggotakan 21 negara tersebut, saat ini dipimpin oleh Indonesia yang terpilih sebagai pemimpin IORA untuk periode 2015-2017.  

Mengingat padat dan strategisnya kawasan Samudera Hindia sebagai jalur perdagangan internasional, lanjut Wamenlu, siapa pun bisa menggunakan berbagai cara untuk menciptakan keadaan tidak stabil sehingga mengganggu aktifitas perekonomian negara.


Melalui simposium tersebut, Wamenlu berharap akan muncul sejumlah rekomendasi penting dari para pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kerjasama dan penguatan IORA di masa depan, yang akan dibahas lebih mendalam dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada bulan Maret 2017 mendatang.

"Ada tiga hal penting yang akan dibahas dalam KTT itu. Pertama, stabilitas dan perdamaian di Samudra Hindia. Kedua, kerjasama ekonomi dan ketiga adalah terciptanya interaksi sosial dan budaya masyarakat di antara negara-negara pesisir" ungkapnya.

Wamenlu juga berharap, hubungan antar warga negara di negara pesisir yang selama ini sudah terjalin dengan baik bisa lebih ditingkatkan. Indonesia sebagai ketua IORA, katanya, akan berbagi pengalaman dan pendapat tentang berbagai upaya meningkatkan ekonomi melalui pengelolaan laut dengan menggunakan kearifan lokal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IORA, Duta Besar Bhagirath berharap, agar para akademisi dan generasi muda yang hadir dalam simposium bisa memberikan sumbangan ide untuk peningkatan kerjasama edukasi, penelitian dan budaya di negara-negara pesisir. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: