RABU, 21 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Pasca dua kelompok warga antara Desa Kunjir dan Waymuli di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan nyaris bentrok, Selasa (20/9/2016) malam sekitar pukul 20.15 WIB kondisi dua desa di pesisir pantai Rajabasa tersebut berangsur mulai kondusif. Sejumlah anggota polisi dari Polsek Kalianda, Polsek Penengahan dan anggota Kodim 0421/LS nasih berjaga jaga di perbatasan desa desa yang menuju arah Desa Kunjir dan Desa Way Muli.


Pantauan terkini aktifitas warga mulai berjalan normal meski sebagian masih terlihat berjaga jaga di pinggir jalan. Sementara beberapa warga tetap menjalankan aktifitas seperti biasa diantaranya pergi ke sawah dan ladang miliknya. Beberapa siswa sekolah terlihat tetap beraktifitas seperti biasa.  Meski demikian sejumlah siswa SMP dan SMA sengaja tidak masuk sekolah untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan.

“Sengaja tidak sekolah karena memang kami takut berangkat sekolah,sekolah kami kan ada di Desa Kunjir makanya kami hanya di rumah sambil ikut membantu barang barang yang rusak di rumah tetangga" ungkap Andi salah satu siswa SMP yang juga warga Way Muli saat ditemui Cendana News, Rabu (21/9/2016)

Sebagian siswa SMP dan SMA bahkan ikut berkumpul bersama para pemuda dan orangtua yang duduk di sekitar perbatasan dua desa di warung warung yang biasa digunakan sebagai tempat berjualan ikan laut. Sebagian warga terlihat mulai memperbaiki warung yang rusak akibat kejadian nyaris bentrok semalam. Berdasarkan informasi akibat syok dengan peristiwa nyaris bentrok salah satu warga Desa Kunjir bernama Munah meninggal. Selain syok menurut informasi warga warga tersebut juga sedang dalam kondisi sakit.


Kabagops Polres Lampung Selatan Kompol Yustam Dwi Heno mengungkapkan saat ini kondisi dua desa masih kondusif dan bahkan warga sudah melakukan aktifitas seperti biasanya. Beberapa warga yang sebagian merupakan pedagang ikan di Desa Kunjir tetap berjalan seperti biasanya.

Peristiwa nyaris bentrok dua kelompok warga sempat saling adu lempar batu yang mengakibatkan 4 rumah warga di Desa Waymuli rusak akibat aksi warga yang sempat merangsek ke perbatasan desa.

Beberapa rumah warga Desa Way Muli yang mengalami kerusakan diantaranya rumah milik Aliyudin, Kasiman, Jai Nata, Jakri, Januri dan beberapa rumah warga yang sebagian rusak pada bagian kaca depan bahkan barang barang yang ada di rumah tersebut dirusak. Selain itu warung milik Agus yang merupakan warung berjualan mie instan dan tempat cucian motor (steam) juga ikut rusak dan barang barang di dalam warung tersebut dikeluarkan ke tengah jalan.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Cendana News pertikaian ini merupakan yang kali kedua, setelah sebelumnya warga dua desa ini bersitegang pada Sabtu (10/09) lalu akibat perkelahian antar pemuda. Pihak Desa Kunjir tidak terima, ada warga mereka dipukuli oleh Misja dan Asep warga Desa Waymuli.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian menindak tegas 2 pelaku penganiayaan warga Kunjir tempo hari. Ini agar kerusuhan tidak meluas yang mengakibatkan ketakutan kepada warga yang tidak tahu apa-apa” ungkap salah satu warga.

Pantauan terkini satu peleton pasukan Dalmas dari satuan sabhara Polres Lampung Selatan masih tetap berjaga di perbatasan dua desa yang nyaris bentrok. Kabagops Polres Lampung Selatan Kompol Yustam Dwi Heno dan Kasat Sabhara Polres Lampung Selatan AKP Subandi bahkan masih bersiaga di perbatasan dua desa tersebut.

Warga kedua desa berharap kondisi tersebut segera kondusif bahkan direncanakan akan dilakukan mediasi antar tokoh tokoh masyarakat dua desa yang berseteru tersebut. Meski kondisi kondusif namun warga berharap bupati Lampung Selatan bisa hadir di desa mereka dan melakukan mediasi antar pihak pihak yang bertikai.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: