JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Undang-Undang Tax Amnesty yang mulai berlaku 18 Juli 2016 dianggap sebagian pihak belum maksimal menggenjot sektor penerimaan pajak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengatakan bahwa Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty yang digulirkan pemerintah perlu didukung semua pihak. Jadi, tidak tepat jika program tersebut dikatakan tidak berhasil.

Sebab, menurut Setnov, program tersebut baru saja berjalan dan belum bisa disimpulkan dan mengklaim itu tak berhasil.

"Apresiasi keberhasilannya. Kita perlu beri kesempatan bagi pemerintah dan pengusaha yang sekarang sedang berusaha untuk bisa mengadakan deklarasi maupun repatriasi berkaitan dengan pajak," kata Novanto di kantor DPP Partai Golkar Jakarta Barat, Jumat (2/9/2016).

Lebih lanjut, Novanto menyarankan agar para wajib pajak berkonsultasi dengan para ahli dibidang hukum terkait harta kekayaannya untuk memuluskan serta memudahkan program tax amnesty.

"Juga perlu diskusi dengan pengacara diinventarisasi secara total. Kita beri kesempatan untuk melaporkan, yang penting adalah bagi pengusaha untuk menggelar asetnya. Juga ini agar bisa membantu  pengusaha yang lemah juga," ujar Novanto.

Yang jelas, sambungnya, program ini masih panjang perjalanannya dan untuk itu harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pengusaha.

"Maka diberi kesempatan sampai bulan Desember," tutupnya.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: