SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Guna menatap Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, beserta DPR RI tengah berupaya keras meningkatkan kemampuan wirausahaan di Indonesia. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi serta pelatihan kewirausahaan terhadap masyarakat luas. 


"Kita tekankan untuk masyarakat yang berwirausahaan harus berbadan hukum. Ini penting karena bagi penerima hibah dari pemerintah wajib hukumnya," tekan Endang Srikerti Anggota Komisi VI DPR RI saat Sosialisasi Pemasyarakatan Kewirausahaan di Balaikota Solo, Senin siang (19/616). 

Berbadan hukum, lanjut Endang dapat menjadi pendampingan masyarakat untuk mencari modal dengan bunga yang sangat kecil. Keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dimaksimalkan oleh masyarakat. Terlebih, Oktober 2016 nanti, dana pendampingan modal yang selama ini dilakukan bank-bank sudah dapat direalisasi. 

"Ini kenapa kita terus dorong masyarakat untuk berbadan hukum. Tidak hanya untuk penerima hibah pemerintah tapi juga memudahkan untuk cari pinjaman ringan," tekan Politisi Partai Golkar tersebut. 


Bahkan, dana pendamping modal itu di 2017 dapat direalisasikan berbagai koperasi yang telah dipercaya oleh pemerintah. Suntikan modal bagi wirausahaan, sebut Endang bisa mencapai Rp 2 Milliar. 

"Untuk yang usaha kecil bisa juga tanpa agunan. Ini yang harusnya dimanfaatkan benar bagi wirausahaan yang bergerak di bidang pertanian, pertanian maupun IKM dan UMKM," paparnya.

Dalam sosialisasi yang digelar sehari ini, ditekankan akan semangat wirausaha di tengah masyarakat. Pentingnya perencanaan wirausaha hingga manajemen yang baik menjadi point penting dalam kegiatan tersebut. 


"Ini adalah program kita untuk meningkatkan minat wirausahaan masyarakat. Dengan pelatihan-pelatihan kita harapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Santoso. 

Berbagai pelatihan yang digelar Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ini diantaranya melalui pemberdayaan masyarakat ataupun pengembangan sumber daya manusia yang ada saat ini. 

"Bayak pelatihan yang sudah kita gelar, seperti pemberdayaan masyarakat dengan melatih membuat dan merangkai mahar dalam perkawinan serta pelatihan wirausahaan lainnya," pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: