SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

MAUMERE --- Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang dibangun di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere sejak tahun 2015 sudah tidak beroperasi dan dibiarkan terlantar. Hingga sekarang, stasiun  BBM yang berada di bagian barat dermaga TPI Alok ini tidak ada kejelasan lagi nasibnya.


Beberapa nelayan yang ditemui Cendana News Selasa (13/9/2016) mengaku sangat dirugikan akibat tidak beroperasinya SPDN ini. Nelayan merasa heran kenapa setelah dibangun stasiun BBM ini dibiarkan terlantar.

“Tidak ada kejelasan apakah SPDN ini mau beroperasi kembali atau tidak. Kami nelayan merasa dirugikan karena harus beli BBM di SPBU umum di kota Maumere,” ujar Abdul Karim.

Karim yang ditemui Cendana News mengakui, para nelayan harus mengurus surat rekomendasi di dinas Kelautan dan Perikanan serta di bagian Ekonomi Setda Sikka dahulu baru bisa membeli BBM di SPBU umum.

“Jika tidak ada rekomendasi kami tidak bisa beli BBM di SPBU memakai jeriken sebab kami pasti akan ditangkap polisi,” tuturnya.

Hal senada juga dikeluhkan Daeng Abdulah, nelayan lainnya yang ditemui di TPI Alok. Dikatakan Dulah sapaannya, nelayan tidak mengerti kenapa SPDN ini tiba-tiba berhenti beroperasi.

Dirinya berharap agar pihak Pertanima Maumere bisa mengaktifkan lagi SPDN ini dan nelayan diberitahu agar mengisi BBM di tempat ini. 

“Kalau orang lain yang bukan nelayan ambil BBM disini kami pasti mengetahuinya sebab rata-rata pemilik kapal ikan saling mengenal satu sama lain,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News, SPDN yang ada memiliki sebuah tanki BBM dengan kapasitas 5 ribu liter. Tanki tersebut merupakan tanki duduk dan diletakan di tengah areal SPDN yang diapit bangunan kantor dan pos penjagaan.


Sementara itu, dibagian utara areal SPDN terlihat mesin pompa BBM ditutup menggunakan terpal. Tanaman merambat memenuhi pagar bagian depan dan pintu pagar besinya pun terlihat berkarat.

Pada papan nama yang dipasang Pertaminan tertera SPDN dengan nomor 59.861.01 ini menjual BBM jenis solar dan pelumas Pertamina. Pintu ruangan pos penjagaan dibiarkan terbuka dimana plafon sudah mengalami kerusakan.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: