SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Meski sudah 50 ditampung pasar, Serikat Petani Indonesia (SPI) di Balikpapan tetap meminta pemerintah memberikan jaminan, terutama untuk sayuran. Jaminan tersebut lebih ditekankan pada harga yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani.  


"Yang kami perlukan jaminan pasar agar petani dapat menjual sesuai biaya produksi yang dikeluarkan. Memang harga untuk petani lokal lebih mahal karena untuk membayar tenaga kerjanya saja sudah mahal, dan bahan-bahannya yang diperoleh juga mahal. Kalo sayuran dari luar daerah murah karena disana bahan dan sebagainya murah," jelas Ketua SPI Kaltim, Hidayat di Balikpapan, Senin (26/9/2016).

Disebutkan juga, untuk lebih meningkatkan kuantitas hasil pertanian, pihaknya mengharapkan lahan milik pemerintah bisa dipinjamkan ke petani sebagai lahan pertanian.

"Lahan pertanian di Balikpapan sangat minim. Dan kendalanya kami juga lahannya pinjam pakai jadi kalau ada pemilik lahan mau pakai ya kami pindah," sambung Hidayat.

Selain itu, Hidayat mengharapkan pemerintah juga melakukan pendampingan saat proses menanam berjalan, sehingga dapat mengetahui secara langsung kendala petani apabila gagal panen.

"Tak hanya berikan bantuan tapi juga pendampingan, sehingga pemerintah tahu kondisi petani kita," tutupnya.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: