SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Tim beregu campuran Squash Jawa Barat harus mengakui keperkasaan Jawa Timur setelah di partai final kalah 1-2. Pertandingan yang digelar di Siliwangi Squash Center, Senin (26/9/2016) malam itu, berlangsung sangat ketat.


Kekalahan ini pun disebut-sebut lantaran faktor keberuntungan yang kurang berpihak kepada tuan rumah. Pasalnya, secara permainan, tim Jabar yang diperkuat Sandi Arisma, Femmy Meydini dan Andi Hasanudin mampu menunjukkan penampilan maksimal.

Sebagai bukti, Jabar sempat memimpin dengan skor tipis 3-2 (6/11, 11/5, 11/9, 7/11, 11/1). Namun sayangnya pada dua laga sisa, tim Jatim memperlihatkan kekuatannya melaui Irma Maryani dan Yonas Belo.

Irma menang mudah 3-0 atas Femmy Meydini (10/12, 5/11, 4/11). Begitu pula dengan Yonas Belo yang menang mudah atas Andi Hasanudin dengan skor yang sama 3-0 (7/11, 9/11, 4/11). 

Puncaknya, pada pertandingan ketiga yang mempertemukan Andi Hasanudin dan Yonas Belo, Jabar harus mengakui keunggulan lawannya. 

Atas pencapaian ini, Pelatih tim Jatim, Nafzahizam Adnan mengaku dirinya sudah memprediksi bakalan memenangkan pertandingan.  ”Ini sesuai prediksi. Tapi seharusnya menang di orang pertama. Kalau untuk ceweknya sudah jauh kami yakin menang. Tapi kalau yang terakhir sama kuat. Alhamdulillah semua bisa bermain bagus” katanya. 

Ia pun menyebut, target Jatim di PON XIX/2016 ini sudah terpenuhi dengan raihan satu emas. 

”Jatim memang targetnya satu emas, pada nomor ini (beregu campuran)” ujar pelatih asal Malaysia itu.

Sementara itu, atlet Squash asal Jabar, Andi Hasanudin merasa kecewa atas pencapaian ini. Padahal, permainan timnya sedang meningkat.

”Sebenarnya peluang dapat emas terbuka, cuman tadi saya enggak bisa menahan tegang, jadi membawa pengaruh ke penampilan saya” ucap pria asal Bandung itu.

Kendati demikian, Jabar keluar sebagai juara umum dengan memperoleh empat emas yang salah satunya disumbangkan Andi  Hasanudin pada nomor beregu putra.

”Alhamdulillah seperti yang diketahui Squash Jabar targetkan tiga medali emas ini melebihi target. Ya saya sangat cukup puas kekalahan tadi bisa terobati. Tapi sih inginnya bisa sapu bersih” tuturnya.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: