MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Banyaknya sumber mata air di sejumlah sumur milik masyarakat di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai mengering, membuat pemilik jasa bor sumur daerah setempat kebanjiran order. 


Pada saat memasuki musim kemarau pengguna jasa bor sumur memang memang menjadi tumpuan masyarakat untuk bisa membantu membuat sumur baru maupun menambah kedalaman sumur miliknya yang kondisi airnya mulai mengering. Karena jika dibiarkan begitu saja sumur-sumur tersebut akan mengering, akibatnya mereka akan kebingungan dalam memenuhi kebutuhan air untuk dikonsumsi.

“Biasanya pada saat musim kemarau memang banyak sumur milik warga debit airnya berkurang, bahkan juga ada yang mengering. Makanya orderan kami meningkat, sebab banyak masyarakat menggunakan jasa kami untuk menggali sumur baru maupun menambah kedalaman sumur yang ada, supaya nantinya ketersediaan air bisa tercukupi,” kata Moh. Imam (37), salah seorang pemilik jasa bor sumur di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Minggu (18/9/2016).

Disebutkan, bahwa air bagi masyarakat merupakan sebuah kebutuhan pokok, sehingga apabila ketersediaan air minim akan kebingungan. Untuk membeli air dengan kapasitas banyak tidak memiliki penampungan yang memadai, sehingga jalan satu-satunya memperbaiki sumber mata air dengan menambah kedalaman ataupun melakukan pengeboran di tempat lain.


“Tetapi tidak semuanya sumur milik warga mengering, namun ada sebagian sumur yang ia miliki sumber mata airnya memang kecil, sehingga ketika musim kemarau akan mengering. Makanya ketika kedalam ditambah, bisa saja mendapatkan sumber mata air yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhannya,” jelasnya.

Pemilik jasa bor sumur biasanya mematok tarif sama antara lokas pegunungan maupun daerah pesisir, para pengguna jasanya hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 2.000.000. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: