JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Memasuki musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat sumur yang ada di dua desa Pulau Talango daerah setempat mulai mengering. Akibatnya warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.


“Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti, mandi, mencuci, memasak dan minum harus mengeluarkan biaya. Karena dalam 1 truk harus mengeluarkan biaya Rp. 120.000, itupun hanya digunakan paling lama satu minggu. Sehingga ketika musim kemarau seperti ini, biaya belanja semakin bertambah,” jelasnya Ahmad Rais (43), salah seorang masyarakat Desa Kombang, Kecamatan Pulau Talango, Jumat (2/9/2016).

Setiap hari sejak memasuki musim kemarau, truk pengangkut air hilir mudik mendatangi Desa Kombang dan Poteran, Kecamatan Talango untuk memenuhi pesanan air dari warga setempat. Karena keberadaan sumber mata air yang ada sudah tidak bisa diandalkan hingga menyebabkan kebutuhan air masyarakat setempat tidak bisa terkucupi.

“Kekeringan di desa ini memang terjadi setiap musim kemarau, makanya saat ini warga sudah mulai membeli air bersih, sebab keberadaan air di sumur sudah mulai mengering. Kami kebingungan ketika memasuki musim kemarau, karena kebutuhan air selalu berkurang, sehingga harus mengeluarkan biaya agar bisa mendapatkan air bersih,” katanya.

Disebutkan, jauh sebelum musim kekeringan tiba kebanyakan warga yang memiliki penampungan air berkapasitas besar menyimpan air hujan guna saat musim kemarau berlangsung agar tidak terlalu banyak membeli air bersih.


Mereka berharap dengan kondisi tersebut pemerintah daerah bisa membantu mencarikan solusi agar bagaimana warga yang ada di desa setempat tidak harus membeli air. Sebab bencana kekeringan itu sudah berjalan lama, namun sayang belum ada perhatian serius dari pihak terkait agar penderitaan warga tidak terjadi terus menerus. 
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: